HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
DaerahKab. LabuhanbatuKesehatanKesehatan MasyarakatPemerintahanRumah SakitSumatera Utara

Ruang Melati RSUD Rantauprapat Jadi Sorotan, Dugaan Pengabaian Pasien

54
×

Ruang Melati RSUD Rantauprapat Jadi Sorotan, Dugaan Pengabaian Pasien

Sebarkan artikel ini
pasien-ruang-melati

Labuhanbatu-Ruang perawatan “MELATI” RSUD Rantau Prapat menjadi saksi bisu dari hancurnya rasa kemanusiaan dan profesionalisme medis. Sebuah rekaman video amatir yang disebarkan oleh akun TikTok siharsihombing pada Sabtu (11/7/2026) mendadak menjadi sorotan tajam publik. Video tersebut mempertontonkan detik-detik mengerikan saat nyawa seorang pasien, Sigit Udayana, perlahan melayang di tengah pengabaian masif yang diduga dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan rumah sakit pelat merah tersebut.

‎Prahara ini bermula ketika almarhum pasien dilarikan ke rumah sakit milik Pemkab Labuhanbatu ini pada pukul 09.00 WIB pagi akibat serangan sesak napas akut dengan riwayat komplikasi penyempitan ginjal. Bukannya disambut dengan tindakan kegawatdaruratan yang responsif layaknya standar rumah sakit BLUD Kelas B, keluarga korban justru dihadapkan pada kenyataan pahit. Selama dua jam penuh di masa-masa paling krusial, pihak keluarga dipaksa pontang-panting menyusuri lorong rumah sakit, mengemis waktu, dan mencari keberadaan dokter maupun perawat yang mendadak “gaib” saat pasien mulai megap-megap di ambang maut.

‎Bobroknya pelayanan di RSUD Rantau Prapat ini dinilai sangat ironis dan mencoreng wajah pemerintah daerah. Pasalnya, Kabupaten Labuhanbatu saat ini dipimpin oleh Bupati dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., yang berlatar belakang sebagai seorang dokter spesialis sekaligus praktisi kesehatan. Publik mengecam keras bagaimana tragedi penelantaran pasien yang begitu fatal bisa terjadi di bawah pengawasan seorang kepala daerah yang seharusnya jauh lebih sensitif, paham kode etik medis, dan mengerti betul urgensi penyelamatan nyawa manusia di fasilitas kesehatan milik Pemkab tersebut.

‎Kelalaian fatal yang terstruktur ini akhirnya memicu bom waktu pada pukul 22.30 WIB malam, saat almarhum pasien dinyatakan meninggal dunia setelah melewati fase kritis tanpa kepedulian medis. Dalam potongan video yang viral, situasi di dalam ruangan tampak sangat mencekam. Bunyi alarm dari monitor medis terus memekik konstan tanpa henti—sebuah indikator absolut bahwa pasien dalam kondisi code blue atau sekarat. Namun, alarm peringatan nyawa itu seolah hanya dianggap angin lalu oleh para perawat.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *