Ia menambahkan, hal ini tentunya tidak di inginkan terjadi, oleh karena itu pasangan ASYIK sepakat bagaimana untuk terus merevitalisasi lahan pertanian supaya ada lahan pertanian abadi, boleh berganti kepemilikan namun tidak boleh beralih fungsinya, serta memberikan stimulus berupa alat-alat pertanian, seperti traktor atau alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh para petani.
“Diluar itu kita juga akan memperhatikan kesehatan dan pendidikan masyarakat, dalam hal ini para petani yang mempunyai anak harus bisa bersekolah dan mendapatkan kemudahan dalam pelayanan kesehatan. Sehingga akan terwujud petani dan buruh tani yang sejahtera serta masyarakat yang baldatun thoyyibatun warrobun ghofur,” pungkasnya.
Pada kesempatan ini, Kang Syaikhu juga berkesempatan untuk ikut memanen padi bersama para petani.
(Jun)















