Becak Tradisional Kian Ditinggalkan, Bengkel Perbaikan Nyaris Punah di Tengah Perubahan Zaman
PEMALANG – Keberadaan bengkel becak kayuh di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kini semakin langka dan nyaris punah. Fenomena ini menjadi gambaran nyata bagaimana transportasi tradisional perlahan tergerus modernisasi serta perkembangan moda transportasi berbasis mesin dan aplikasi online.
Dulu, bengkel becak kayuh mudah ditemukan di berbagai sudut kota Pemalang. Bengkel-bengkel sederhana tersebut menjadi tempat para tukang becak memperbaiki kendaraan mereka, mulai dari pengelasan rangka, servis roda, hingga perbaikan rantai dan bodi becak.
Namun kini, keberadaan bengkel khusus becak kayuh semakin sulit dijumpai. Menurunnya jumlah becak tradisional di jalanan membuat usaha bengkel becak ikut terdampak. Bahkan, generasi penerus yang memiliki keahlian memperbaiki atau merakit becak kayuh pun semakin sedikit.
Perubahan pola transportasi masyarakat menjadi salah satu penyebab utama menurunnya eksistensi becak kayuh. Kehadiran angkutan kota, sepeda motor pribadi, hingga layanan ojek online membuat masyarakat lebih memilih transportasi yang dianggap cepat, praktis, dan hemat waktu.
Bengkel Becak Tradisional Tinggal Kenangan
Di kawasan Jalan Veteran, tepat di samping Bank BPD Jawa Tengah Pemalang, masih terdapat seorang mekanik becak tradisional yang bertahan hingga saat ini. Ia adalah Gofur (75), pria lanjut usia yang telah puluhan tahun mengabdikan hidupnya sebagai tukang servis becak kayuh.
Gofur mengaku sudah membuka bengkel becak sejak sekitar 50 tahun lalu dan merasakan langsung masa kejayaan becak di era 1970 hingga 1980-an.















