SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
GarutHOMEJawa BaratOlah Raga

Jalan di Atas Lapang Sepak Bola Akhirnya Dibongkar, Warga Sayangkan Dilakukan Malam Hari

340
×

Jalan di Atas Lapang Sepak Bola Akhirnya Dibongkar, Warga Sayangkan Dilakukan Malam Hari

Sebarkan artikel ini
Poto Jalan di Atas Lapang Sepak Bola Akhirnya Dibongkar Kampung Cikukulu, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng

GARUT – Jalan yang sebelumnya dibangun di atas fasilitas olahraga berupa lapang sepak bola di Kampung Cikukulu RT 03/RW 07, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, akhirnya dibongkar kembali setelah mendapat desakan dari warga setempat.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Pembongkaran tersebut dilakukan pada Selasa malam, 19 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WIB hingga 22.30 WIB. Meski warga mengaku bersyukur karena lapang sepak bola yang selama ini digunakan masyarakat dan pemuda akhirnya dikembalikan sebagaimana mestinya, namun proses pembongkaran yang dilakukan pada malam hari justru menimbulkan sorotan dan keluhan dari warga sekitar.

Menurut keterangan salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, pembongkaran dilakukan oleh tiga orang yang dipimpin oleh salah satu oknum anggota BPD.

“Alhamdulillah akhirnya dibongkar juga karena memang dari awal banyak warga yang keberatan jalan itu dibangun di atas lapang sepak bola. Tapi sangat disayangkan pembongkarannya dilakukan malam hari sampai larut malam,” ujar warga tersebut.

Dinilai Mengganggu Warga Sekitar

Aktivitas pembongkaran yang berlangsung hingga malam larut disebut cukup mengganggu kenyamanan warga sekitar. Selain menimbulkan suara bising, aktivitas tersebut juga membuat sebagian warga merasa tidak nyaman karena dilakukan pada waktu istirahat masyarakat.

Beberapa warga mempertanyakan alasan pembongkaran dilakukan malam hari, padahal pekerjaan tersebut dinilai masih bisa dilakukan pada siang atau sore hari agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.

“Kalau memang mau membongkar, kenapa tidak siang hari saja. Ini malah malam hari sampai hampir jam sebelas malam. Kasihan warga yang mau istirahat,” kata warga lainnya.

Warga berharap sisa pembongkaran yang belum selesai tidak lagi dilakukan pada malam hari. Mereka meminta pihak terkait lebih memperhatikan kenyamanan masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilakukan di lingkungan permukiman warga.

Sejumlah warga juga berharap oknum BPD lebih terbuka dalam bertindak yang berkaitan dengan fasilitas umum. Mereka menilai setiap pembangunan seharusnya melalui musyawarah bersama masyarakat agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *