HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
Jawa TengahKab. Pemalang

Pembibitan Kopi Arabika dan Robusta Tumbuh Subur di Lereng Gunung Slamet Pemalang

414
×

Pembibitan Kopi Arabika dan Robusta Tumbuh Subur di Lereng Gunung Slamet Pemalang

Sebarkan artikel ini
Biji kopi untuk dijadikan bibit kopi arabika dan robusta di lereng Gunung Slamet

PEMALANG – Pembibitan kopi Arabika dan Robusta di lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Gunungsari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, mulai berkembang pesat dan menjadi peluang usaha baru yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Kondisi alam pegunungan yang sejuk dengan tanah subur membuat wilayah lereng Gunung Slamet sangat cocok untuk budidaya tanaman kopi. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap sektor perkebunan kopi terus meningkat karena dinilai memiliki prospek ekonomi yang cukup baik.

Sejumlah warga kini mulai memanfaatkan lahan pertanian dan pekarangan untuk mengembangkan tanaman kopi, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha komersial. Selain mudah dirawat di wilayah dataran tinggi, kopi juga memiliki nilai jual yang stabil sehingga menarik perhatian para petani muda.

Salah satu petani yang serius menekuni usaha pembibitan kopi adalah Fajar (40), warga Desa Gunungsari, Kecamatan Pulosari. Ia saat ini fokus mengembangkan bibit kopi jenis Arabika dan Robusta yang dinilai cocok ditanam di kawasan lereng Gunung Slamet.

Menurut Fajar, dirinya mulai tertarik mengembangkan tanaman kopi setelah melihat kondisi geografis Desa Gunungsari yang mendukung pertumbuhan tanaman perkebunan tersebut. Selain itu, meningkatnya kebutuhan bibit kopi di kalangan petani juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

“Saya mulai mengembangkan kopi Robusta dan Arabika karena melihat kondisi tanah dan cuaca di Gunungsari sangat cocok untuk tanaman kopi,” ujar Fajar, Kamis (21/5).

Pembibitan Kopi di Lereng Gunung Slamet Terus Berkembang

Dalam proses pembibitan, Fajar menggunakan sistem pendederan biji untuk mendapatkan bibit unggul dan berkualitas. Biji kopi pilihan terlebih dahulu diseleksi sebelum masuk ke tahap penyemaian.

HUT RI ke-81 – Reward MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *