“Cari anak yang putus sekolah dan cari alasan mengapa mereka tidak bersekolah, lalu kita bersama-sama mencari solusinya. Kalau tidak punya sepatu dan tas sekolah, sampaikan kepada kami. Kalau terkait biaya pendidikan, kita akan mencarikan solusi melalui Program Indonesia Pintar (PIP),” tegasnya.
Selain pendidikan, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga tren penurunan angka stunting yang selama ini telah dicapai Kabupaten Garut. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah desa tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan stunting di masyarakat.
Kepala Desa Diharapkan Proaktif Tangani Persoalan Warga
Ia juga mengingatkan para kepala desa agar proaktif dalam mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi warga serta segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten.
“Kalau ada masalah jangan diam. Paling tidak sampaikan kepada camat. Bahkan kalau memungkinkan, bisa langsung disampaikan kepada saya agar kita dapat mencari solusi bersama,” katanya.
Di akhir sambutannya, Bupati Garut berpesan agar para kepala desa yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan masyarakat, serta menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah masing-masing.
Adapun tujuh Kepala Desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) yang dilantik adalah:
- Sri Patmawati, Kepala Desa Dano, Kecamatan Leles;
- Dedi Supriadi, Kepala Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong;
- Ma’mun Nugraha, Kepala Desa Maroko, Kecamatan Cibalong;
- Ahmad Yusuf, Kepala Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong;
- Gumilar, Kepala Desa Limbangan Tengah, Kecamatan Balubur Limbangan;
- Dadat Hidayat, Kepala Desa Cikajang, Kecamatan Cikajang; dan
- Tatang Mulyawan, Kepala Desa Bojong Kidul, Kecamatan Pameungpeuk.
Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut berharap para kepala desa dapat memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing.
Penulis: Rudi















