SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

DPC Partai Demokrat Cianjur Tolak Usul KLB Gantikan SBY sebagai Ketua Umum

147
×

DPC Partai Demokrat Cianjur Tolak Usul KLB Gantikan SBY sebagai Ketua Umum

Sebarkan artikel ini

MMN, CIANJUR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menolak dengan keras atas usulan akan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum yang didorong oleh sejumlah pendiri dan senior Partai Demokrat.

Ketua DPC Partai Demokrat Cianjur Yadi Mulyadi mengatakan KLB hanya akan merusak tradisi dan tatanan demokrasi. Menurutnya cukup satu kali KLB yang terjadi di partai berlambang mercy ini, karena ketika tradisi itu terus dijalankan akan berulang KLB KLB berikutnya.

“Jika SBY diganti dengan KLB, maka ini menjadi tradisi buruk dan merusak demokrasi yang sedang dibangun di tanah air. KLB akan berulang dengan KLB berikutnya, sangat buruk untuk PD dan nasib para kader ke depannya,” kata Yadi.

Yadi mengatakan, semua kader boleh saja membicarakan persiapan Kongres, jika tidak ada hambatan, Kongres akan dilaksanakan pada bulan Mei 2020. Sehingga, jika kongres dilaksanakan bukan dengan KLB maka pada ajang itulah semua kader potensial diberi kesempatan untuk berjuang menangkan suara pemilih, yaitu ketua DPD, Ketua DPC dan Unsur DPP.

“SBY tidak boleh dijatuhkan sebagai Ketua Umum, walaupun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang akan ditunjuk sebagai pengganti,” tegasnya.

Yadi menandaskan, Partai Demokrat saat ini dirasa perlu menghadirkan tokoh nasional untuk memimpin pada periode berikutnya. Yaitu tokoh yang punya integritas tinggi, egaliter dekat dengan rakyat dan mudah menerima kader kapan saja dan dimana saja.

“Tokoh yang membuat kader di daerah bangga dan senang hati menerimanya, bukan yang memberatkan atau bahkan menyulitkan,” pungkasnya. (Farhan MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *