Bandung – Sedikitnya 14.784 warga terdampak gempa di sejumlah desa dan Kecamatan di Cianjur kini mengungsi pasca bencana gempa bermagnitudo 5,6 mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, hingga kerusakan infrastruktur di beberapa tempat itu.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Demikian dilaporkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Deden Nasihin, kepada awak media di Cianjur, Selasa (22/11/2022).
Gempa Cianjur yang terjadi Senin, 21 November 2022 pukul 13.21 WIB itu melanda wilayah itu dan telah menimbulkan kerusakan dan korban yang cukup banyak.
“Jumlah korban terus bertambah seiring dengan penyempurnaan data. Jumlah korban meninggal sementara mencapai 268 orang sebagian di antaranya adalah anak-anak,” kata Deden Nasihin.
Menurut Kang Denas, begitu Deden Nasihin disapa akrab koleganya, berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya pasca kejadian pukul 20.00 sedikitnya 700 warga luka-luka, sebanyak 326 diantaranya dilarikan ke rumah sakit terdekat, 2.345 rumah hancur dan sebanyak 13.784 orang terpaksa harus mengungsi.
“Kami senantiasa berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dengan pembaharuan data korban termasuk cara penangananya. Partai Golkar sendiri kini tengah membuka posko kemanusian untuk membantu masyarakat terdampak dan pemerintah setempat,” kata Kang Denas yang juga Wakil Ketua Bidang Penggalangan Khusus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu.
Disebutkan Denas, Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPD Partai Gilkar Jawa Barat Tubagus Ace Hasan Syadzily secara khusus telah menugaskan setiap kader golkar hadir ditengah-tengah masyarakat dengan membuka posko-posko kemanusiaan.















