Jam-jam setelah gempa utama, Gunung Api Klyuchevskoy—yang merupakan salah satu gunung berapi aktif terbesar di Eurasia—mulai meletus. Badan Geofisika Rusia melaporkan aliran lava, letupan keseimbangan dan kolom asap yang membumbung tinggi dari puncak dan sisi barat gunung tersebut. Meskipun terjadi sekitar 30 km dari kota Kliuchi (4.500 penduduk), tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dan pihak berwenang mulai menonaktifkan sebagian peringatan tsunami di beberapa zona.
Kombinasi gempa dan letusan vulkanik dalam waktu singkat menjadi fenomena jarang—para ahli kini menyelidiki apakah peristiwa tersebut kebetulan atau saling memicu, karena Kamchatka memang berada di jalur “Cincin Api Pasifik” yang rawan aktivitas seismik dan vulkanik.
Salah satu aspek paling mencolok dari bencana ini adalah efektivitas sistem mitigasi global—khususnya dari Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) di Hawaii. Peringatan dini keluar dalam hitungan menit, memungkinkan lebih dari tiga juta orang di berbagai negara selamat melalui evakuasi cepat ke zona aman yang telah ditandai sebelumnya theguardian.
Menurut Guardian, keberhasilan ini merupakan buah dari pelajaran panjang sejak tsunami Samudra Hindia 2004 dan Fukushima 2011. Namun, kekhawatiran muncul tentang kemungkinan pemangkasan dana ke PTWC, yang dapat melemahkan kesiapsiagaan di masa depan.
Gempa tahun 2025 ini menjadi yang terbesar di Kamchatka sejak gempa Severo‑Kurilsk 1952 (Mw 9.0) yang memicu tsunami 18 m dan menewaskan lebih dari 2.300 orang—salah satu gempa paling mematikan di sejarah Rusia modern Wikipedia. Di masa lalu, gempa serupa pada 1737 dan 1841 juga menghasilkan tsunami besar yang mencapai 60 m dan 15 m, serta berdampak hingga Hawaii dan pantai barat Amerika















