SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Nasional

GRN Siap Perangi Polemik Sampah

101
×

GRN Siap Perangi Polemik Sampah

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Sekelompok mahasiswa dan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Resik Nusantara (GRN) menyatakan komitmennya siap mengelola sampah di Kabupaten Cianjur melalui Bank sampah. Hal tersebut, terlihat dari upaya yang telah dilakukannya dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini.

Berkat dukungan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. GRN sosialisakan pengelolaan sampah melalui Bank Sampah dengan tema “Gerakan Memilah Sampah Menjadi Berkah”.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan KLHK, KNPI Kabupaten Cianjur, Pramuka, BEM Unsur, PPAC/KPGIR, KPG Reg Suci, Andi Sya’ban Kalpataru limbah asal Cianjur, tim relawan Dr. Yusuf dan puluhan remaja pegiat lingkungan lainnya.

Suasana pun menjadi semakin ramai, saat diskusi polemik sampah menjadi bahan perbincangan dalam sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung KNPI Kabupaten Cianjur di Jalan Ir. H. Djuanda Panembong, Cianjur.

Dikatakan Angga Ketua Gerakan Resik Nusantara, ada beberapa point yang akan ditanamkan kepada anggota dan berbagai lapisan masyarakat.

“Pertama pihaknya akan berupaya menguatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, kedua terpetakan peta kekuatan pembangunan lingkungan dari lemahnya support pemerintah, karena banyak pegiat lingkungan yang sudah berjalan, namun tak nampak adanya perubahan, dan terakhir akan membuka peluang atau membangun kebersamaan untuk menjadi lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Angga.

Sementara Cep Dedi panggilan akrab Ketua DPD KNPI Kabupaten Cianjur mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi penuh apa yang dilakukan adik-adik kita ini.

“Ya, dengan diadakannya sebuah gerakan positif, yakni sosalisasi pengelolaan sampah melalui Bank sampah dengan tema ‘gerakan memilah sampah menjadi berkah’, jelas kita sangat memberikan apresiasi sepenuhnya terhadap relawan GRN dan komunitas lingkungan,” ungkap Cep Dedi.

Alasan kenapa dipandang bagus, karena itu sangat positif dan mampu memberi edukasi bagi kalangan muda, untuk sadar terhadap lingkungannya, tambahnya.

Cep Dedi berharap, semoga untuk kedepannya hal tersebut dapat ditumbuh kembangkan keberbagai elemen masyarakat dan mendapat perhatian serta dukungan dari pihak pemerintahh. Nah, untuk memulainya harus dimulai dari diri sendiri, harapnya.

Lukman salah seorang aktivis lingkungan dari KLHK memaparkan, konteks lingkungan adalah bagaimana cara orang dahulu melakukan pencegahan terhadap dampak dari perkembangan populasi dari pertambahan penduduk. Apa yang mereka lakukan terkait dengan pencegahan-pencegahan terhadap efek-efek pertambahan penduduk.

Seumpama, kita sebagai generasi milenial mau belajar sejarah tentang bagaimana cara memelihara lingkungan secara rapi tersusun, kepada orang-orang terdahulu yang sudah dengan apik menatanya, sehingga lingkungan tetap terjaga. Semua itu, bisa terjadi karena besarnya kepedulian masyarakat pada masa itu, paparnya.

Lanjutnya, mengenai kerusakan yang terjadi saat ini, itu karena ketidak pedulian kita terhadap lingkungan. Maka dari itu hal-hal lain pun akan rusak dan yang rugi adalah kita juga.

Nah dalam catatan saat ini sudah banyak terjadi, kenapa ada longsor, banjir, pencemaran sungai dan segala macam, dan itu penyebabnya adalah kita juga.

Untuk menghindari hal itu, tinggal bagaimana cara kita menanganinya. Di Cianjur ini kan punya 32 Kecamatan, 354 desa, 6 kelurahan dan 10483 keRTan, dan sebetulnya kita tidak butuh agenda-agenda sosialisasi seperti ini, tapi yang kita butuhkan adalah orang-orang yang konkrit dan itu sudah kita dipelopori, sekalipun tanpa ada bantuan dari pemerintah.

Intinya, kita sebagai generasi milenial, ada dari duta siswa (pelajar), pecinta alam, mahasiswa dan aktivis lingkungan harus turun langsung menyikapi polemik sampah-sampah itu, sehingga ketika kita mengajak masyarakat pun akan dengan mudah mengarahkannya.

Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *