PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
CianjurHOMENasional

Gunakan Rakit Bambu, Warga Harus Menantang Maut Lewati Kali Cibuni

232
×

Gunakan Rakit Bambu, Warga Harus Menantang Maut Lewati Kali Cibuni

Sebarkan artikel ini

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

MMN.co, Cianjur – Miris warga desa Neglasari, kecamatan Kadupandak dan Sukamahi kecamatan Cijati akibat tidak ada jembatan karena putus terbawa arus air kali Cibuni pada tahun 2021 tahun lalu kini setiap harinya harus menantang nyawa sebrangi kali Cibuni dengan kedalaman 4 meter dan lebar sungai Cibuni 200 mengunakan rakit yang terbuat dari bambu.

Diketahui jembatan yang putus pada tahun 2021 yang lalu merupakan akses satu satunya warga di dua kecamatan yang ada di Cianjur Selatan diantaranya yang masuk wilayah desa Neglasari dan Sukamahi apabila mau menjual hasil bumi dan akses pendidikan anak anak yang akan berangkat ke sekolah. Sehingga mereka berharap kepada pemerintah kabupaten, Provinsi dan Pusat untuk bisa segera membangun kembali jembatan gantung permanen yang baru supaya akses kembali normal.

Seperti dikatakan Mila (35) warga desa Neglasari, setiap harinya ia bersama warga lainnya harus melewati kali Cibuni naik rakit apabila mau ada keperluan.

“Harus bagaimana lagi walau harus bertaruh nyawa habis tidak ada akses jalan lain selain lewat sini pak. Ada jalan lain namun harus memutar dan jalannya jauh memakan waktu puluhan kilometer, bisa berjam jam lamanya,” katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (16/3/2022).

Mila berharap, harapan kami dengan warga lainnya ingin adanya pembangunan jembatan gantung yang baru kembali.

“Bukan hanya kami para petani dan pedagang lainya, anak anak sekolah juga setiap harinya lewat sini juga sama,” harapnya.

Sementara itu Asep Juanda kepala desa Neglasari menjelaskan, benar warga kami dan warga desa Sukamahi, kecamatan Cijati setiap harinya harus menyebrangi kali Cibuni dengan cara naik rakit apabila ada keperluan ke desa kami.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *