SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Tak Ada Jembatan, Puluhan Pelajar di Cidaun Nekat Sebrangi Sungai untuk Sekolah

136
×

Tak Ada Jembatan, Puluhan Pelajar di Cidaun Nekat Sebrangi Sungai untuk Sekolah

Sebarkan artikel ini

Cianjur – Karena tak ada akses jembatan beginilah perjuangan puluhan siswa-siswi sekolah SD,SLTP,SMA dan Diniyah yang berada di pelosok kota Cianjur rela bertaruh Nyawa demi menimba ilmu berangkat dan pulang sekolah harus menyebrangi sungai Cimaragang yang lebar nya mencapai 100 meter dengan kondisi Air sungai cukup deras.Anak anak sekolah tersebut berasal dari kampung Liunggunung,Datar Kadu,Dan Cipetir,desa Neglasari,kecamatan Cidaun,Cianjur Selatan,jawa barat.

Infomasi yang diterima metromedianews.co dulu pernah ada jembatan gantung penghubung akses dua desa Neglasari-Gelar Pawitan yang membentang di atas sungai Cimaragang namun pada bulan Desember tahun 2021 Jembatan tersebut ambruk terbawa longsor hingga kini belum ada  bantuan pembangunan kembali baik dari pemerintah kabupaten, Perovinsi dan Pusat.

M.sufyan oktaviandi salah seorang guru SD cisarakan menjelaskan,kami Setiap harinya saat akan berangkat dan pulang sekolah mendampingi anak anak sekolah tingkat SD,SLTA,SMA dan Diniyah yang akan lewat menyebrangi sungai Cimaragang yang airnya deras.

“Kami berharap kepada instansi terkait mohon Segera dibangun jembatan penghubung dua desa antara desa Neglasari dan gelar Pawitan karena ini merupakan akses satu satunya mobile sasi anak anak sekolah dan warga masyarakat,”Tukasnya kepada metromedianews.co saat dihubungi via telepon Watshap Minggu (16/10/2022).

Sufyan Menambahkan, dulu pernah ada jembatan gantung tetapi pada bulan Desember tahun 2021 terbawa longsor dan sekarang belum ada lagi bantuan pembangunan.

“Ada jembatan darurat yang dibuat warga masyarakat tetapi kalau pas air sungai sedang besar jembatan hanyut terbawa air,ini sudah empat kali dibangun jembatan darurat dengan anggran secara Swadaya dan waktu itu ada sumbangan dari persatuan guru Indonesia (PGRI) wilayah Cidaun,”Tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *