Masih Papar Sufyan,akses jembatan sungai Cimaragang ini merupakan akses satu satunya mobillisasi anak anak sekolah dari tingkat SD,SLTP,SMA juga Diniyah dan warga masyarakat dua desa.
“harapan kami dan warga masyarakat dua desa ingin segera ada yang membangun jembatan oleh pihak manapun,agar semua mobilitas lancar,”Terangnya.
Sementara itu Kepala Desa Gelar Pawitan Heri Kuswanto membenarkan,terkait Puluhan anak anak sekolah baik SD,SMP dan SMA yang setiap hari akan berangkat ke sekolah harus menyebrangi sungai Cimaragang memang benar,karena tidak adanya akses jembatan yang menghubungkan antar desa Gelar Pawitan dan Neglasari.
“Sebenarnya jembatan sementara atau Jembatan darurat yang di buat sama pemerintah desa bersama warga masyarakat yang bahan materialnya mengunakan bambu dan pohon kelapa, sebagian mengunakan puing puing besi jembatan gantung yang dulu,tapi saat air Sungai Cimaragang besar jembatan tersebut hanyut,”Ujarnya kepada metromedianews.co via telpon Watshap senin (17/10/2022).
Masih Terang Kepala Desa, pemerintah desa sudah berupaya mengajukan baik melalui pemkab Cianjur, Perovinsi dan pusat.
“Kalau survai sudah beberapa kali disurvai baik dari pemerintah kabupaten, Perovinsi dan pusat,ada info katanya akan segera dibangun nanti tahun 2023,mudah mudahan bisa secepatnya dibangun karena memang ini merupakan akses penghubung warga masyarakat dua desa antar desa Gelar Pawitan dan Neglasari,”Pungkasnya.
(Jay)















