“Pasalnya akses ini merupakan akses satu satunya kebutuhan warga masyarakat desa kami, baik akses perekonomian, pendidikian juga lainnya. Yang paling mirisnya apabila musim hujan tiba dan air kali Cibuni meluap warga tidak bisa lewat sehingga harus memutar ke arah jalan lain dengan jarak tempuh puluhan kilometer memakan Waktu berjam jam,” ujarnya kepada MMN.co, saat ditemui dikantornya Rabu (16/3/2022).
Asep menegaskan, maka dari itu kami sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah baik tingkat kabupaten, provinsi dan pusat untuk segera bisa kembali membangun jembatan gantung baru segi permanen yang bisa di akses oleh warga kami dan warga desa lainya.
“Akibat tidak ada akses jembatan karena putus tergerus air kali Cibuni pada tahun 2021 yang lalu, kini warga kami kesulitan, bukan hanya warga anak anak sekolah juga sama kesulitan apabila mau pergi ke sekolah,” pungkasnya.
(Jay)















