PEMALANG – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Citywalk Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Pemalang, pada Minggu (21/6).
Massa aksi yang didominasi oleh kalangan mahasiswa tersebut menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil.
Sejak pukul 16.00 WIB, massa melakukan long march menuju kawasan pusat keramaian kota. Mereka membawa poster dan spanduk bernada kritik sosial terkait kondisi ekonomi, kebijakan publik, serta sejumlah program pemerintah yang menjadi sorotan.
Koordinator aksi, Yasir Sultoni yang juga Ketua Komisariat HMI Cabang Pemalang, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini dinilai memerlukan perhatian serius, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah dan kebijakan pemerintah yang berdampak pada masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai spanduk dengan sejumlah tulisan bernada kritik, di antaranya “Reformasi”, “Rupiah Melemah”, “Kami Muak dengan MBG”, hingga “Ganyang Militerisme”.
Tuntutan ke Pemerintah Pusat
Aliansi Rakyat Menggugat menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat, antara lain:
- Stop pemborosan APBN dan APBD
- Turunkan harga kebutuhan pokok
- Revisi UU TNI dan Polri
- Supremasi hukum dan penguatan perda
- Evaluasi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Tuntutan ke Pemerintah Daerah Pemalang
Selain itu, massa juga menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang, di antaranya:
- Perampingan birokrasi dan kabinet daerah
- Efisiensi penggunaan fasilitas pemerintah daerah
- Hentikan kunjungan kerja yang dinilai tidak prioritas
- Penindakan peredaran minuman keras ilegal
- Penertiban praktik prostitusi dan penyakit masyarakat
Dalam orasinya, Yasir menyebut pihaknya menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), serta meminta kebijakan pemerintah lebih berpihak kepada rakyat kecil.
Ia juga mengajak kelompok petani, buruh, tukang becak, serta masyarakat ekonomi lemah untuk bersama-sama menyuarakan aspirasi terhadap kondisi yang dinilai semakin memberatkan.















