HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
CianjurHOME

Tak Ada Jembatan Warga di Cianjur Selatan Rela Bertaruh Nyawa Naik Rakit Bambu Saat Sebrangi Kali Ciujung

226
×

Tak Ada Jembatan Warga di Cianjur Selatan Rela Bertaruh Nyawa Naik Rakit Bambu Saat Sebrangi Kali Ciujung

Sebarkan artikel ini

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

MMN.co, Cianjur – Miris perjuangan warga di Cianjur Selatan, Jawa Barat, karena tidak ada akses jembatan penghubung dikali Ciujung. Setiap harinya warga rela bertaruh nyawa untuk menyebrangi kali Ciujung yang lebarnya kurang lebih 150 meter dengan cara naik perahu rakit yang terbuat dari bambu milik warga sekitar.

Informasi yang dihimpun MMN.co, di kali Ciujung pernah ada bantuan pembangunan jembatan gantung namun jembatan tersebut tidak bertahan lama dan ambruk karena terbawa arus air banjir bandang.

Jembatan gantung tersebut merupakan akses penghubung warga empat kecamatan  diantaranya warga desa Karyabakti Cidaun, desa Margasari Naringgul, desa Girimukti Sindangbarang, dan desa Sukaluyu Cikadu.

Seperti halnya yang di rasakan Yani Suryani (35) salah seorang guru asal kecamatan Sindangbarang yang bertugas di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Cikadu mengatakan, dia mengajar diwilayah kecamatan Cikadu setiap seminggu tiga kali lewat kali Ciujung dengan cara naik perahu rakit bambu.

“Walau berbahaya naik perahu rakit dan harus bayar, yah harus gimana lagi karena tidak ada jalan lain yang lebih dekat selain lewat kali Ciujung. Ada juga lewat jalur jalan utama melalui jalur simpang, tapi jaraknya jauh memakan waktu kurang lebih 3 jam. Sampai ke sekolah belum lagi kondisi medan jalan yang licin dan bebatuan,” katanya, Minggu (30/1/2022).

Masih kata Yani, lewat kali Ciujung naik perahu rakit bayar satu kali nyebrang harus bayar Rp5000 karena bawa kendaraan roda dua.

“Kami berharap pemerintah baik Kabupaten, Provinsi dan Pusat untuk membangun kembali jembatan di kali Ciujung karena ini merupakan akses satu satunya bagi kami dan warga lainya,” terangnya.

HUT RI ke-81 – Reward MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *