MANDAILING NATAL – Seorang pria berinisial ZNT memberikan tanggapan terkait pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Tanggapan tersebut disampaikan ZNT saat dikonfirmasi wartawan Trannusantara, Ahmad Suleman, melalui sambungan telepon WhatsApp pada 5 Agustus 2026.
Dalam keterangannya, ZNT membantah masih memiliki alat berat yang beroperasi di kawasan Panabari. Ia menyebut seluruh alat berat miliknya telah ditarik dari lokasi.
“Tidak ada alat berat saya lagi di Panabari, sudah saya turunkan karena saya sudah tua. Saya juga mantan DPRD dan mafia-nya saya. Pulang dulu saya dari Sibolga, baru jumpa kita tanggal 15,” ujar ZNT melalui sambungan telepon.
Dalam percakapan tersebut, ZNT juga mengajak wartawan untuk bertemu secara langsung pada 15 Agustus 2026. Pertemuan itu, menurutnya, akan menjadi kesempatan untuk memberikan klarifikasi terkait berbagai pemberitaan yang mengaitkan namanya dengan aktivitas PETI di kawasan perbatasan Tapsel–Madina.
Sebelumnya, nama ZNT telah muncul dalam sejumlah pemberitaan terkait dugaan keterlibatan pemilik alat berat jenis ekskavator yang disebut digunakan dalam aktivitas penambangan emas tanpa izin di kawasan tersebut.
Informasi mengenai dugaan keterkaitan alat berat dengan ZNT juga menjadi perhatian publik. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang menetapkan ZNT sebagai tersangka atau menyatakan keterlibatannya secara hukum dalam perkara PETI tersebut.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











