TEGAL – Kodam IV/Diponegoro menargetkan pembangunan 40 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) dan 8 Brigade Teritorial Pembangunan di seluruh kabupaten di Jawa Tengah dalam kurun waktu satu tahun.
Program tersebut merupakan bagian dari penguatan sistem pertahanan teritorial yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah satuan.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achirudin Darajat menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi pembangunan Batalyon TP di Desa Harjasari, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, konsep Batalyon Teritorial Pembangunan dirancang untuk menghadirkan satuan TNI yang memiliki fungsi ganda, yaitu pertahanan wilayah dan penguatan ekonomi lokal melalui kegiatan produktif.
“Contohnya di Cilacap, kehidupan masyarakat mulai tumbuh. Prajurit akan menggunakan gajinya untuk belanja kebutuhan sehari-hari sehingga ekonomi lokal bergerak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap Yon TP akan dilengkapi kompi-kompi produksi yang bertugas membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan sektor pertanian dan ketahanan pangan, selain menjalankan fungsi utama di bidang pertahanan dan pengamanan wilayah.
Lahan yang digunakan untuk pembangunan Yon TP di Tegal merupakan aset Perhutani yang telah melalui kajian kelayakan. Pertimbangan pemilihan lokasi tidak hanya berdasarkan luas lahan, tetapi juga kesesuaian untuk kebutuhan latihan militer serta pengembangan program ketahanan pangan.
Batalyon TP Tegal sendiri dibangun di atas lahan seluas sekitar 51 hektare dan nantinya akan menampung sekitar 1.100 personel. Pada tahap awal, sekitar 500 prajurit dijadwalkan mulai berdinas pada 25 Juli 2026.















