ISTANBUL – Iran melalui Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan setelah terjadi insiden penghentian sebuah kapal yang diduga melanggar instruksi pelayaran.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut sejumlah kapal berusaha melintasi jalur yang tidak diizinkan meski telah mendapat peringatan untuk mengubah arah dan mengikuti rute yang telah ditetapkan.
Salah satu kapal disebut mematikan sistem operasinya sehingga dianggap membahayakan keamanan pelayaran. Kapal tersebut kemudian dihentikan setelah pasukan Iran melepaskan tembakan peringatan.
IRGC menegaskan bahwa tidak ada kapal yang akan diizinkan melintasi Selat Hormuz sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan itu disebut berkaitan dengan meningkatnya ketegangan dan intervensi Amerika Serikat di kawasan.
Selain menutup jalur pelayaran, Iran memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap negaranya akan mendapat balasan yang lebih keras. Teheran menyebut respons tersebut dapat mencakup serangan terhadap pangkalan-pangkalan yang dianggap sebagai bagian dari kekuatan musuh di kawasan.
Iran juga menuding Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dampak dari meningkatnya eskalasi konflik.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026 untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak akhir Februari. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian pertempuran, pencabutan blokade laut terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.















