tambahnya sembari memotivasi para petani agar semakin produktif mengembangkan budidaya bawang merah maupun komoditas hortikultura lainnya sehingga mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi, Iboy Hutapea, melaporkan bahwa Kelurahan Mekar Sentosa merupakan salah satu sentra pertanian yang tidak hanya mengembangkan bawang merah, tetapi juga padi sawah, cabai merah, serta berbagai jenis sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, timun dan kacang panjang.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pada musim tanam kali ini, luas areal persawahan yang telah ditanami mencapai 791 hektare.
Sementara itu, untuk Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah kali ini memanfaatkan lahan produktif seluas dua hektare milik Kelompok Tani Sumber Rezeki.“Melalui kegiatan ini diharapkan minat petani untuk membudidayakan bawang merah semakin meningkat.
Dengan harga jual yang masih cukup baik di tingkat petani, komoditas ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” kata Iboy Hutapea.Menurutnya, tingginya biaya produksi, terutama untuk pengadaan bibit, pupuk, pestisida dan sarana produksi lainnya, menjadi tantangan yang dihadapi petani.
Karena itu, dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, sangat dibutuhkan guna membantu keberlanjutan usaha tani bawang merah di Kota Tebing Tinggi.
Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Tutut Tiana, mengatakan Bank Indonesia berkomitmen mendukung berbagai program pengendalian inflasi di daerah.
Selama ini, kerja sama dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah dilakukan melalui sejumlah program, seperti pengembangan kelompok tani cabai merah, peluncuran Toko Pemantau Inflasi (Topis), hingga pelatihan sistem peringatan dini (early warning system) untuk pemantauan harga pangan.













