Kemudian Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Cianjur yang juga Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan, Wakil Ketua DPRD Kab. Cianjur dari PKS, Wilman Singawinata dan tokoh politik Partai NasDem, Muhammad Toha serta sejumlah kandidat lainnya.
Disebutkan Teh Metty, Partai Golkar senantiasa berlandaskan pada mekanisme saintifik dalam menentukan siapa yang akan dimajukan sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati. Keputusan partai itu selama ini selalu menjadi pedoman agar partai terhindar dari subjektivitas yang tidak perlu. Sekaligus menjadi arah yang tepat agar kemenangan sesuai yang ditargetkan bisa dicapai.
“Insyaallah dengan pendekatan saintifik yang selama ini telah menjadi tradisi di Partai Golkar kita optimistis bakal calon bupati dan wakil bupati Cianjur yang diusung Partai Golkar dan Koalisi Sugih Mukti akan menjadi harapan baru bagi masyarakat Cianjur kedepan,” sebut Teh Metty.
Pernyataan yang sama disampaikan sebelumnya oleh Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Yod Mintaraga. Ia menyebutkan bahwa mereka yang akan diusung oleh Partai Golkar dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) termasuk di Kabupaten Cianjur akan senantiasa berpijak kepada hasil survei.
Menurut Yod, Kabupaten Cianjur merupakan wilayah yang sangat strategis dan salah satu basis Partai Golkar di Jawa Barat. Sebab itu, kata dia, sudah waktunya pada Pilkada 2024, Partai Golkar di Cianjur juga bisa meraih kemenangan. Terlebih nanti mendapat support dan dukungan dari berbagai partai lainnya.
“Kami berharap melalui deklarasi Koalisi Sugih Mukti ini, nanti bisa melahirkan kesepakatan-kesepakatan dan kerjasama yang optimal untuk mewujudkan kemenangan bersama,” harapnya.(Jay)















