Metromedianews.co|Jakarta – Proses rekrutmen calon anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk tingkat kelurahan dan Kecamatan di wilayah Jakarta Barat kian jadi perhatian publik. Adanya dugaan titipan para peserta yang lolos sebagai calon anggota FKDM periode 2021-2023 makin kuat dan sarat akan kejanggalan.
Dugaan tersebut disampaikan oleh Peri Rian selaku aktivis Jakarta yang juga pemuda asal Angke, Tambora, Jakarta Barat. Menurutnya perekrutan calon anggota FKDM yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Barat belum lama ini diduga sarat akan kejanggalan.
Kejanggalan tersebut, kata Peri, dilihat dari Panitia Pemilihan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) pada tingkat Walikotamadya Jakarta Barat yang di nilai tidak menjalankan tupoksinya secara benar. Salah satunya pada saat mengikuti tes wawancara tidak melibatkan 3 unsur seperti TNI, Polri dan Organisasi Masyarakat.
Lebih miris lagi, lanjut Peri, belum lama beredar kabar di media online adanya dugaan penyalahgunaan Ijazah palsu yang tidak disertakan Surat Pengantar dari RT dan RW untuk mendapatkan rekomendasi dari istansi kelurahan sebagai salah satu syarat pendaftaran menjadi anggota FKDM dan banyak yang tidak mencantumkan.
“Kenapa ini bisa di loloskan???. Tentunya ini jadi pertanyaan besar dan semakin kentara adanya titipan,” kata Peri saat dihubungi Metromedianewa.co, Sabtu (26/12/2020).
Peri menuturkan, seperti yang diberitakan media online newsmenit.com dengan Judul ‘DI DUGA BANYAKNYA TITIPAN, PEMILIHAN CALON ANGGOTA FKDM TINGKAT WALIKOTA JAKARTA BARAT DI NILAI CACAT HUKUM, bahwa adanya dugaan oknum calon anggota yang telah menggunakan Ijazah Palsu untuk dapat lolos dalam seleksi FKDM.
“Oleh karena itu kami meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk segera mengevaluasi proses seleksi calon anggota FKDM Jakarta Barat,” tandasnya.(Dedy)













Saya sangat setujuh sekali , adalah evaluasi dalam proses recruitmen ke anggotaan agar lebih baik lagi dalam penanganan kewilayahan