MegapolitanNasional

Rosid Penderita Hidrosefalus Butuh Perhatian Pemerintah

179
×

Rosid Penderita Hidrosefalus Butuh Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Tahiyat B Tamin, biasa dipanggil Rosid (25) warga Jalan Kayu Besar RT 005 RW 012 Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, hanya bisa pasrah dengan kondisinya saat ini yang menderita penyakit Hidrosefalus (menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak-red), kelumpuhan, paru-paru dan patah tulang pada pahanya.

Rosid sangat mengharapkan bantuan pemerintah setempat. Bahkan pihak dinas terkait belum pernah mendatangi mereka.

Padahal Rosid ingin sembuh, tapi lantaran penyakit yang dideritanya, impian itu hanya dipendam saja.

Tasiah mengatakan, Rosid mengalami penyakit Hidrosefalus sejak berumur 8 bulan dan kelumpuhan baru 2 tahun belakangan ini.

“Awalnya Rosid lahir normal, baru pada umur 8 bulan kepalanya mulai membesar dan menurut dokter mengalami penyakit Hidrosefalus,” ujar Tasiah kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, Rosyid hanya bisa terbaring dirumah dan dilayani untuk segala kebutuhannya.

”Setelah sekian lama baru kemarin Rosid menerima bantuan kursi roda dari ‘Bang Sabam’ seorang tokoh pemuda,” katanya.

Lanjut Tasiah, yang membuatnya miris adalah ketika Rosid mengalami sesak didadanya karena menderita penyakit paru-paru dan nyeri di pahanya akibat patah tulang.

“Selain menderita penyakit Hidrosefalus dan kelumpuhan, Rosid juga menderita penyakit paru-paru juga patah tulang di pahanya,” terangnya.

Ia menjelaskan, seharusnya Rosid menjalani terapi seminggu 2 kali namun karena kendala biaya akhirnya tidak bisa berobat.

“Untuk berobat Rosyid menggunakan BPJS, namun untuk terapi kami kendala biayanya sehingga hampir 2 bulan ini Rosid tidak berobat,” jelas Tasiah.

Tasiah berharap pemerintah setempat dapat membantu dan meringankan beban yang dialami Rosid.

”Saya berharap kepada pemerintah setempat bisa membantu dan meringankan beban yang di alami Rosid saat ini, dan bisa menbawa untuk berobat dan terapi,” harapnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *