SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Megapolitan

Taman Makam Terbengkalai, LSM ABRI Minta Inspektorat Tinjau Pembangunan RTH di Tegal Alur

566
×

Taman Makam Terbengkalai, LSM ABRI Minta Inspektorat Tinjau Pembangunan RTH di Tegal Alur

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Pembangunan penataan ruang terbuka hijau (RTH) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, yang menelan anggaran sebesar Rp4.018.192.855, mangkrak dan tidak bisa digunakan oleh publik.

Pembangunan RTH tersebut dinilai hanya menghamburkan uang negara yang tidak memberi manfaat kepada masyarakat. Terbengkalainya RTH tersebut menjadi sorotan public dan lembaga social control.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD LSM ABRI (Abdi Lestari), Jaya Caniago SH, menyayangkan anggaran yang digelontorkan Pemprov DKI untuk pembaangunan RTH yang sedemikian besar tapi tidak bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Taman itu hanya dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa perawatan. Bahkan rumor yang beredar di tahun 2020 ini tidak ada pembangunan fisik dan kalau tidak dilanjutkan pekerjaan itu sudah pasti mubazir,” ujarnya saat dihubungi MetroMediaNews.co, Selasa (7/7/2020).

Jaya mengatakan, bahwa Dinas Pertamanan Kehutanan dan Pemakaman harus bertanggung jawab atas pembangunan yang terbengkalai dan dinilai hanya menghamburkan uang rakyat.

“Jadi untuk apa dibangun dengan biaya yang cukup besar kalau tidak memberi manfaat pada masyarakat???. Jangan hanya mengejar serapan anggaran tapi hasilnya tidak bermanfaat,” sindir Jaya.

Oleh karena itu, ia meminta Gubernur DKI Jakarta untuk aktif memantau penggunaan anggaran yang dilakukan anak buahnya dan memastikan anggaran itu tepat guna. Selain itu, ia juga meminta inspektorat DKI Jakarta untuk meninjau ulang penggunaan anggaran tahun 2019 untuk pembangunan taman tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *