SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Petani Padi Resah, Tiga Kampung di Kadupandak Dilanda Kekeringan

127
×

Petani Padi Resah, Tiga Kampung di Kadupandak Dilanda Kekeringan

Sebarkan artikel ini

MMN, CIANJUR – Tiga kampung di Desa Sukaharja, kecamatan Kadupandak, Cianjur Selatan, Jawa Barat, dilanda kekeringan akibat musim kemarau belakangan ini. Akibatnya sejumlah petani padi mengalami kerugian besar dan resah.

Adapun wilayah yang terkena dampak kekeringan yaitu Kampung Tipar, Kampung Pojok dan Kampung Cisarua.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Muhamad Nano mengatakan, kekeringan yang melanda saat ini tidak hanya di Kabupaten Cianjur saja, tapi di seluruh Jawa Barat.

“Sudah ada informasi, seperti data dampak kekeringan lahan sawah di Jawa Barat. Itu sumber dari BPTPH Jabar,” katanya kepada MMN, Senin (15/7/2019).

Lebih lanjut Nano mengimbau, apabila masih memungkinkan ada air bisa dengan pompanisasi. Untuk sementara sebaiknya para petani untuk tidak tanam padi dulu.

“Sementara para petani bisa tanam palawija atau sayuran lahan kering,” terang Kadis Pertanian Kabupaten Cianjur ini.

Sementara itu, Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Hj Henny Iriani menyampaikan, bencana ini dan ada faktor alam. Maka kalau dilihat fisik diatas kelihatannya tidak dapat di panen atau puso.

“Himbauan kepada para petani yang kena puso, antisipasi rencana tanam yang akan datang minta saran dan pendapat dari petugas tentang perkembangan iklim,” ujarnya.

Ia menyambungkan, diprediksisi kemarau ekstrem akan terjadi pada Agustus 2019 dan para petani yang mengalmi puso atau pertanian padi agar mendaftarkan juga peserta Aduransi Usaha Tani Padi (AUTP), selain itu petani sudah terdaftar di AUTP. Jika taninya terkena puso dapat asuransi sebesar Rp6 juta per hektar, klaim AUTP per hektar Rp36 ribu. Segera daftarkan ke Jasindo.