SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Lagi, Seorang Nelayan Ban Tenggelam di Pantai Cigebang

357
×

Lagi, Seorang Nelayan Ban Tenggelam di Pantai Cigebang

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Cianjur – Terjadi kecelakaan laut pada Kamis (12/11/2020) sekira pukul 17.00 WIB, yang menimpa salah seorang nelayan ban yang tenggelam di Pantai Cigebang, Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, Jawa Barat.

Informasi yang dihimpun MetroMediaNews.co, jasad korban yang bernama Riki/Erik Bin Didi (33) adalah warga Kampung Bojong RT 03/02, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Hingga kini jasad Riki belum ditemukan.

Kapolsek Cidaun, Iptu Suamardi SH membenarkan adanya kecelakaan laut yang menimpa satu orang nelayan ban yang sedang mencari ikan di pantai Cigebang Cidaun.

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian berawal sekitar pukul 16.00 WIB, korban bersama dua orang rekan nya hendak mencari ikan di pantai Cigebang dengan cara memasang pancing menggunakan ban di Pantai Cigebang.

“Saat mencari ikan dengan cara memasang pancing menggunakan ban, tiba tiba ban terkena tusuk alat pancing sehingga ban gembos tidak bisa ditumpangi akhirnya korban terhantam ombak hingga terlepas dari ban terbawa arus ombak,” ujar Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, dari keterangan saksi yang juga teman korban Erik Bin Adin (22) warga Kampung Cigebang RT 04/06, Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan. Saat dirinya menengok kebelakang korban sudah tidak ada muncul lagi kepermukaan.

“Saat saksi menengok kebelakang yang terlihat tinggal perahu ban dan alat dayung yaitu piring plastik. Kemudian setelah melihat teman nya tidak ada saksi segera melapor kepada warga dan keluarganya bahwa Riki Bin Didi asal Gartu tenggelam,” jelasnya.

“Hingga hari kedua, jasad korban belum diketemukan. Kami bersama Basarnas terus menyisir melakukan pencarian jasad korban. Minta doanya supaya jasad korban segera diketemukan,” pungkasnya.(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *