SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Keseharian Hendri Sebagai Pawang Ular, Setiap Harinya Merawat dan Melatih Ular

457
×

Keseharian Hendri Sebagai Pawang Ular, Setiap Harinya Merawat dan Melatih Ular

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Memelihara binatang berbisa seperti ular jika bukan ahlinya tentunya tidak diperbolehkan karena sangat berbahaya. Namun bagi Hendri Cs sudah terbiasa memelihara ular baik itu yang berbisa maupun yang tidak berbisa karena sudah terbiasa kedekatannya dengan ular.

Usut punya usut ternyata Hendri dengan teman-temannya sering bermain atraksi memainkan ular-ular peliharaannya menghibur dipentas panggung hajatan warga masyarakat apabila diundang.

Dikatakan Hendri (25) saapan akrab Pepeng, sejak masih SMP sekitar usia 13 tahun, dirinya sudah tertarik dengan ular.

“Entah gimana saya itu kalau melihat ular-ular liar itu kasihan dan ingin langsung menangkap nya untuk di urus,” katanya kepada MMN.co, Jumat (18/6/2021).

Masih kata Hendri, sementara ini ular yang sudah di repiu ada 10 ekor diantaranya jenis ular yang berbisa dan yang tidak berbisa seperti King Kobra 1 ekor, Kobra Jawa 2 ekor, King Koros 1 ekor, Gonyo soma 1 ekor, Sowo Kopi 3 ekor dan terkahir 2 ekor Sanca Kembang.

“Dari sepuluh ekor ular itu rata-rata usianya sudah hampir 6 bulan dan ular-ular tersebut itu hasil tangkapan, artinya ular alam yang masuk pemukiman warga dan meresahkan warga masyarakat,” ucapnya.

Hendri menambahkan, dari beberapa ular yang direpiu dengan kawan-kawan sudah banyak yang dilepas liarkan kembali ke alamnya.

“Kalau yang biasa dipakai atraksi mainan ketika diundang oleh warga di acara hajatan semuanya 4 ekor salah satunya ular King Kobra yang dinamai si Gaclok. Kalau masalah tarif kami tidak menghargakan seriodnya saja yang penting bisa menghibur warga masyarakat yang mengundang,” tambahnya.

Hendri berpesan, pesan kami kepada warga masyarakat kalau melihat ular dirumah atau dipekarangan jangan dibunuh.

“Kalau seandainya takut mendingan cari orang yang ahli untuk menangkap ular tersebut atau bisa hubungi kami di Kampung Malati, Naringgul. Kasihan karena ular juga mahluk ciptaan tuhan yang sama ingin hidup didunia ini,” ungkapnya.

(jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *