SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Boncleng, Sang Penakluk Ular Berbisa Asal Naringgul

372
×

Boncleng, Sang Penakluk Ular Berbisa Asal Naringgul

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Boncleng sapaan akrab masyarakat desa Malati kepada Ridwan (23) pemuda asal Kampung Cimalati RT 2/5, Desa Malati, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur yang dikenal pawang ular pasalnya setiap ada ular liar yang meresahkan warga hingga masuk kedalam rumah warga selalu ditangkap olehnya tanpa ada rasa takut.

Ternyata usut punya usut Ridwan alias Boncleng sehari harinya sering bermain dengan ular-ular peliharaannya yang sudah jinak.

Informasi yang diterima MMN.co, ular-ular peliharaannya didapat dari hasil tangkapannya. Artinya ular alami yang masih liar di alam bebas.

Ridwan alias Boncleng mengatakan, dirinya sejak kecil sudah sayang sama ular ular, sehingga jika melihat ular liar yang keluyuran merasa kasihan apalagi sampai dibunuh.

“Rasanya kalau melihat ular itu ingin menangkap saja dan merawatnya, seperti contohnya tangkapan yang baru-baru ini dapat tangkapan ular King Koros dengan panjang 2,5 meter disalah satu saung tempat pengolahan gula aren milik warga yang kala itu sempat ketakutan,” kata Boncleng kepada MMN.co, Jumat (23/4/2021).

“Ular King Koros disaung warga itu saya tangkap dan Alhamdulillah kini kondisinya sehat-sehat saja,” tambahnya.

Dulu sempat dilarang oleh orang tua karena khawatir takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dan kini mencoba kembali untuk menekuni lagi. Dan sudah berjalan empat tahun kurang lebih untuk belajar mengenal jenis ular, baik ular berbisa maupun ular yang tidak berbisa,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini ular peliharan miliknya dirumah ada tiga jenis diantaranya, King Koros, Baby Retik (Sanca Kembang) dan Red Boiga Merah, dan kalo Red Boiga merah jenis ular yang berbisa menegah.

“Kalau untuk pengurusan dan ngasih makananan sehari harinya saya dibantu adik saya. Adapun untuk ular Red Boiga Merah dikasih makan burung, ular kecil dan Kadal. Kalau untuk ular Baby Retik (Sanca Kembang) makanannya dikasih paha tikus atau anak burung, dan kalau untuk makanan King Koros yang paling mudah untuk dicari yakni katak atau kodok buduk,” terangnya.

Masih kata Ridwan, pernah punya ular berbisa jenis King Kobra yang ukuran panjangnya mencapai 4 meter hasil tangkapan dari hutan, namun sayang belum lama ini ular tersebut mati.

“Diduga karena terkena penyakit parasit atau sejenis cacing yang menempel ditubuh ular pada kulitnya. Contohnya ibarat pohon benalu nempel di pohon lain seperti begitu contohnya penyakit parasit itu,” pungkasnya.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *