Karawang – Dalam rangka menyongsong Pemilu 2024, para pihak terkait mulai melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat dan tidak terkecuali kepada awak media. Seperti halnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang, dalam waktu dekat akan menggelar “Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama Awak Media” yang akan dilaksanakan tanggal 23-24 November 2022, bertempat di salah satu hotel di Karawang.
Keanehan muncul ketika pada awalnya Bawaslu Karawang hanya mengundang secara resmi 2 organisasi wartawan di Karawang yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO). Padahal di Karawang terdapat belasan organisasi pers. Setelah terjadi protes dari beberapa organisasi wartawan lainnya, maka pihak Bawaslu Karawang kemudian merevisi undangan sosialisasi itu.
Atas sikap Bawaslu yang terkesan tebang pilih ini Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd. M.Sc., M.A., sangat menyayangkan tindakan diskriminatif tersebut. Alumni PPRA-48 Lemhanas RI Tahun 2012 tersebut menyampaikan bahwa sangat mungkin Bawaslu Karawang tidak paham atau belum mengetahui bahwa di Indonesia itu ada berpuluh-puluh organisasi wartawan dan salah satunya adalah PPWI.
Tokoh Pers Nasional tersebut mengatakan justru kalau Bawaslu mau melakukan kerjasama dalam hal sosialisasi, apalagi pada pelaksanaan pengawasan Pemilu, yang paling tepat diundang dan diajak kerjasama adalah PPWI. “Karena Anggota PPWI atau jaringan PPWI masuk sampai ke lapisan masyarakat yang non wartawan yang disebut pewarta warga. Mereka melakukan fungsi-fungsi jurnalistik yaitu mencari dan mengumpulkan informasi, mendokumentasikan dan menyimpan informasi, selanjutnya mengolah dan menyebarkan informasi melalui saluran atau media-media yang mereka bisa akses, mereka jangkau, dan mereka gunakan di tempat masing-masing,” ujar Wilson Lalengke yang akrab disapa Bung Shony ini.













