TEGAL – Kuliner khas Tegal kembali menarik perhatian para pecinta makanan tradisional. Salah satu yang paling banyak diburu adalah blengong goreng, sajian khas yang dapat ditemukan di kawasan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah.
Setiap jam makan siang, warung blengong goreng di wilayah tersebut ramai didatangi pelanggan. Mereka datang untuk menikmati cita rasa khas daging blengong yang dikenal gurih, empuk, dan memiliki tekstur berbeda dibandingkan unggas lainnya.
Ary Budi Wibowo, salah seorang pelanggan, mengaku lebih menyukai daging blengong dibandingkan bebek. Menurutnya, daging blengong memiliki serat yang lebih tebal namun tetap empuk saat disantap.
“Seratnya tebal seperti daging sapi, tetapi empuk. Rasanya juga lebih juicy dan gurih,” ujarnya.
Ary menambahkan, kuliner blengong goreng sulit ditemukan di daerah lain sehingga menjadi menu yang selalu dicari ketika pulang ke Tegal.
Sementara itu, Lusi, pedagang blengong goreng, menjelaskan bahwa blengong merupakan unggas hasil persilangan antara bebek dan mentok. Hewan ini memiliki karakteristik daging yang khas dan tidak menimbulkan aroma apek seperti bebek pada umumnya.
Proses penyajiannya cukup sederhana. Daging blengong yang telah digoreng hingga matang disajikan bersama nasi hangat dan sambal kecap yang menjadi pelengkap favorit pelanggan.
“Paling cocok memang dimakan dengan sambal kecap yang diberi irisan cabai dan tomat,” kata Lusi.
Menurutnya, berbagai variasi sambal seperti sambal terasi maupun sambal tomat pernah dicoba. Namun sebagian besar pelanggan tetap memilih sambal kecap karena dianggap paling pas berpadu dengan rasa gurih daging blengong.
Untuk menikmati kuliner khas Tegal ini, pengunjung cukup merogoh kocek sekitar Rp11 ribu per potong blengong goreng.















