PEMALANG – Malam belum larut, namun denyut kehidupan di jantung Kota Pemalang justru baru saja dimulai. Berjalan menyusuri pedestrian Citywalk Pemalang, Anda tidak akan lagi merasakan ketegangan khas jalur Pantura.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Kini, suasananya justru terasa hangat, meriah, dan akrab, persis seperti suasana malam di tengah-tengah orang yang sedang punya hajatan besar.
Sejauh mata memandang, gemerlap lampu kota berpadu apik dengan kerlap-kerlip hiasan yang terpasang di sepanjang jalur pejalan kaki.
“Trotoar yang lebar dan tertata rapi kini berubah menjadi panggung terbuka bagi masyarakat. Tua, muda, hingga anak-anak tumpah ruah, berjalan santai menikmati sejuknya angin malam tanpa harus takut terganggu deru kendaraan berat” ucap Sely ( 30 ) salah seorang warga kelurahan Pelutan, pada Senin ( 6/7 ).
Kesan sedang punya hajatan semakin kuat tercium dari aroma khas kuliner yang dijajakan para pedagang kaki lima. Asap tipis mengepul dari gerobak sate, wedang ronde, hingga jajanan kekinian, mengundang selera siapa saja yang melintas.
Di sudut-sudut tertentu, suara gelak tawa dan obrolan hangat dari warga yang duduk lesehan di kursi taman menambah semarak suasana.
Anak-anak berlari riang menikmati ruang bermain yang aman, sementara muda-mudi tampak asyik berswafoto memanfaatkan latar belakang kota yang Estetik Bercahaya tersebut.
Berbagai komunitas lokal pun kerap menjadikan area ini sebagai titik kumpul, mempertunjukkan kreativitas mereka di ruang publik yang terbuka ini.
Sebagai salah satu ikon baru kebanggaan warga, Citywalk Pemalang sukses menyulap jalanan pusat kota menjadi ruang interaksi yang hidup. Tempat ini bukan sekadar fasilitas pejalan kaki biasa, melainkan simbol kebersamaan masyarakat Pemalang.















