PEMALANG – Jalan Raya Pantai Utara (Pantura) Jawa merupakan salah satu jalur darat terpenting sekaligus terpanjang di Indonesia yang membentang di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa. Di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, jalur nasional ini menjadi urat nadi transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Di wilayah Pemalang, jalur Pantura membentang sekitar 27,5 kilometer. Dari arah timur, jalan ini dimulai dari perbatasan Kabupaten Pekalongan di Kecamatan Ulujami, kemudian melintasi Kecamatan Comal, Ampelgading, Petarukan, Taman, hingga Kecamatan Pemalang di bagian barat.
Sebagai jalan nasional, kondisi ruas Pantura di Pemalang tergolong baik. Sebagian besar badan jalan telah menggunakan konstruksi aspal hotmix dan cor beton yang mendukung kelancaran arus kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan logistik.
Meski demikian, sejumlah titik masih memerlukan perhatian, terutama terkait penerangan jalan pada malam hari. Ruas antara wilayah barat Jembatan Comal hingga kawasan Kalirandu-Petarukan dinilai masih minim lampu penerangan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas maupun tindak kejahatan.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, jajaran Polres Pemalang secara rutin melakukan patroli dan pemantauan di sepanjang jalur Pantura.
Sejarah Jalan Daendels
Menurut pemerhati sejarah Pemalang, Rabadi, Jalan Raya Pos yang kini menjadi bagian dari jalur Pantura dahulu dikenal dengan nama De Grote Postweg atau Jalan Raya Pos.
Jalan tersebut digagas oleh Herman Willem Daendels pada masa pemerintahannya tahun 1808. Saat itu, Daendels ditugaskan untuk memperkuat pertahanan Pulau Jawa dari ancaman Inggris yang bermarkas di India.















