Pembangunan jalan yang membentang dari Anyer hingga Panarukan tersebut dilakukan dalam waktu relatif singkat. Namun, proyek besar itu juga dikenang karena melibatkan kerja paksa yang menelan banyak korban jiwa.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Daendels terkenal dengan tangan besinya. Pembangunan megaproyek Trans Jawa tersebut memakan ribuan korban nyawa karena dilakukan dengan kerja paksa,” ujar Rabadi.
Sebelum Daendels mengakhiri masa jabatannya pada 1811, pembangunan jalan tersebut telah rampung dan mulai digunakan sebagai jalur transportasi darat utama. Kehadiran Jalan Raya Pos kemudian mendorong perkembangan ekonomi Hindia Belanda, termasuk tumbuhnya industri gula dan perdagangan di berbagai daerah yang dilaluinya.
(Ragil)
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.















