SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Nasional

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

169
×

ASYIK Tawarkan Konsep Lahan Pertanian Abadi

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Setelah menyapa para pedagang di pasar Cikampek, kampanye pasangan ASYIK (Ajat-Syaikhu) di Karawang kali ini juga menyempatkan diri untuk menyapa dan temu wicara dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sritani Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Selasa (13/2).

H. Ahmad Syaikhu yang biasa dipanggil Kang Syaikhu selaku calon wakil gubernur pasangan nomor urut 3 menyampaikan bahwa kita semua butuh petani karena kita butuh makan.

“Kita semua sangat memerlukan petani, karena setiap hari kita butuh makan. Apalagi pola makan penduduk Indonesia ini yang tadinya mengkonsumsi berbagai keragaman pangan, kini sudah banyak beralih ke padi atau beras,” ujar Syaikhu.

Menurutnya, kalau negeri ini ingin ketahanan pangannya kuat, maka produktivitas pertanian khususnya padi harus lebih diperbanyak lagi, kalau tidak maka akan kembali terjadi impor-impor pangan yang akan membanjiri negeri ini.

“Disisi lain lahan-lahan pertanian masyarakat disekitar kita semakin tergerus oleh alih fungsi lahan ke industri, perumahan, dan lain sebagainya. Sehingga mengakibatkan para petani dan buruh tani tidak bisa survive menghadapi hal-hal seperti itu,” katanya.

Dari data pertanian, di Karawang ini lahan pertanian yang tadinya 187.000 hektar kini tinggal 87.000 hektar. Sungguh ironis dengan julukan Karawang sebagai lumbung padi nasional.

“Jika petani dan buruh tani tidak sejahtera, maka mereka akan berfikir praktis untuk menjual lahan-lahan mereka. Kalau pola pikirnya seperti itu semua, tidak ada yang bertani, dampaknya secara makro maka negeri kita akan kekurangan pangan dan impor-impor pangan akan terus membanjiri negeri kita tercinta ini,” tutur Syaikhu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Tampak depan gedung Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara (BBPJN Sumut). Lembaga ini didesak oleh Koordinator Riak Sumut, Amri Tambunan, untuk bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada warga yang menjadi korban kecelakaan berulang akibat kondisi ruas jalan nasional Aek Kanopan–Rantau Prapat yang dikeruk namun belum diperbaiki, serta meminta perbaikan segera demi keselamatan pengguna jalan.