SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Nasional

Pasca Pergerakan Tanah, Warga Mekarjaya Memerlukan Bantuan Logistik

169
×

Pasca Pergerakan Tanah, Warga Mekarjaya Memerlukan Bantuan Logistik

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Pergerakan tanah di Kampung Cibitung RT02/03, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, Jawa Barat, semakin parah dan mengancam pemukiman warga. Pergerakan tanah terjadi pada Jumat (21/1/2018) lalu, sekitar pukul 14.00 WIB hingga Kamis (10/1/2019) kian membesar yang mengakibatkan satu wilayah terancam longsor.

Beruntung dari peristiwa itu tidak memakan korban jiwa. Dugaan sementara pergerakan tanah akibat intenitas hujan yang cukup tinggi dan masuk kedalam lubang lubang tanah yang kondisinya sudah retak.

Adapun awalnya kedalaman tanah yang sudah pada retak 2 meter kini melebar dan sudah mencapai 20 metee kedalaman dan sebagian sudah terjadi longsor.

Untuk mengantisipasi keselamatan seluruh warga saat ini sudah diungsikan ketempat yang lebih aman. Terpantau dilapangan pihak pemerintah Desa juga Muspika Kecamatan Cidaun dan BPBD sudah tiba dilapangan sedang mengecek lokasi retakan tanah yang terus bergerak.

Kasi Terantib Kecamatan Cidaun Eli Sunardi menjelaskan, akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Desa Mekarjaya mengakibatkan terjadinya pergerakan tanah kian parah sejak Kamis hingga Jumat kemarin.

“Ya pergerakan tanah terus menerus oleh karena itu maka kami berkordinasi dengan pihak desa Muspika Kecamatan Cidaun dan BPBD, satu kampung yang terancam longsoran terutama di wilayah RT02 kurang lebih ada 29 jiwa sudah diungsikan, sebab dikhawatirkan longsor susulan,” ujar Eli Sunardi.

Lanjut Eli, tanah tebing dengan kemiringan mencapai kurang lebih 45 drajat sudah retak dan dikhawatirkan ambruk menimpa rumah warga.

“Hamdallah tidak ada korban jiwa, namun tetap saja warga harus diungsikan, dan sekarang pergerakan tanah semakin parah,” katanya.

Ia menambahkan, kami dan pemerintah Desa berkoordinasi dengan Muspika BPBD dalam mengantisipasi terjadinya longsor akibat pergerakan tanah di kampung Cibitung, hasilnya maka semua warga satu kampung diungsikan ketempat yang lebih aman.

“Setelah berkordinasi baik dengan pihak pemerintah Desa, Muspika dan BPBD, kami langsung ungsikan warga. Jadi untuk sementara yang warga membutuhkan kebutuhan logistik sandang pangan sudah 7 KK yang sudah dibongkar rumahnya untuk mengungsi,” terangnya.

Saat ini aktivitas warga sangat terganggu, sambung Eli, dimhawatirkan akan terjadi longsor akibat adanya retakan tanah.

“Saya berharap kepada pihak pemerintah daerah dan pusat dimohan bantuannya mengingat untuk merelokasi warga di satu ke RT an akan memakan anggaran yang cukup lumayan,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dari BPBD, Asep Sudradjat mengatakan, pihaknya terus melakukan kordinasi dan kroscek ke lapangan.

“Dari hasil pengecekan memang benar pergerakan tanah di Kampung Cibitung semakin parah dan kian mengancam pemukiman warga,” ungkapnya.

Sambung Asep, pihaknya akan turun kembali bersama tim dari ahli geologi untuk mengecek kondisi tanah.

“Nanti dari hasil tim ahli geologi keputusannya apa nantinya harus direlokasi. Aktivitas warga kalau malam sudah tidak ada yang tinggal di rumahnya dan kalau siang ada sebagian yang masih ke ladang yang dekat lokasi retakan tanah,” ucapnya.

Sementara terkait kebutuhan warga BPBD akan berkordinasi dengan pemerintah desa. “Nantinya akan kami laporkan ke pimpinan,” tandasnya.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *