“Teruskan Karya Nyata untuk Rakyat”
METROMEDIANEWS, JAWA BARAT – Kang Deding Ishak (KDI) adalah seorang wakil rakyat penyandang gelar doktor bidang kebijakan publik, pucuk pimpinan Ormas besar dan pemangku sebuah lembaga pedidikan tinggi agama Islam. Dengan kapasitas intelektual dan pengalaman politik yang dimilikinya sejak muda, Kang Deding telah mengabdikan dirinya untuk masyarakat, bangsa dan agama.
Sebelum terjun di bidang politik, sejak mahasiswa putra dari KH. R. Totoh Abdul Fatah, Mantan Ketua Umum MUI Jawa Barat, Ketua MUI Pusat, anggota MPR RI dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat ini sudah meniti karir sebagai guru honorer dan kepala sekolah di MA Al-Jawami. Kemudian pada tahun 1993 menjadi PNS di lingkungan Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Barat sebagai Kasubsi Penyuluhan Bidang Penais hingga tahun 1997, yang kemudian mutasi menjadi dosen di Fakultas Dakwah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung sampai tahun 1999.
Selain menjadi dosen, cucu dari KH. Muhammad Sudja’i yang dikenal dengan Mama Sindangsari (Pendiri Pondok Pesantren Al-Jawami, Cileunyi, Bandung dan Ketua MUI Jawa Barat pertama) ini, mendapat kepercayaan dari Partai Golkar untuk mulai mengabdi dalam bidang politik sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari tahun 1997-2004 (selama dua periode).
Ketika menjadi anggota DPRD Jawa Barat, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IAIN Sunan Gunung Djati periode 2009-2017 ini ditempatkan di Komisi D (Bidang pembangunan dan infrastruktur) yang ikut merumuskan dan mengawasi pembangunan jalan di wilayah Jawa Barat bagian Selatan. Kemudian menjadi anggota Komisi E (Bidang Kesra untuk memajukan bidang pendidikan keagamaan, sosial, keluarga berencana, pemuda, dan olahraga).
Tugas yang berhasil dilaksanakan antara lain dipercaya sebagai Ketua Panitia Anggaran dan berhasil mendorong terwujudnya Pusat Dakwah Islam (PUSDAI), menyusun Mushaf Sundawi, gerakan santri raksa desa, poskestren, pendirian 300 BMT, peningkatan alokasi anggaran untuk bidang pendidikan, keagamaan, kesehatan, dan sosial selama kepemimpinan Gubernur H. R Nuriana yang dilanjutkan oleh Gubernur H. Danny Setiawan.
Karir politik Kang Deding Ishak terbilang mulus setelah memutuskan berkiprah sebagai anggota DPRD, suami dari Hj. Rachmayani Dewi, SH., Sp.N ini dipercaya oleh pimpinan partai untuk berkiprah ditingkat nasional sebagai anggota DPR RI hasil pemilu 2004, yang ditekuninya sebagai ladang pengabdian hingga sekarag ini, periode 2014-2019.
Dimulai sebagai anggota Komisi VIII bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penanggulangan bencana, termasuk pengelolaan zakat dan wakaf, Kang Deding Ishak selama dua tahun berhasil menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan antara lain lahirnya UU Rencana Jangka Panjang, UU Penanggulangan Bencana, dan peningkatan anggaran mitra kerja, khususnya anggaran Kementrian Agama di bawah Menteri Maftuh Basuni.
Selanjutnya selama hampir 8 tahun, Kang Deding Ishak dipercaya menjadi anggota Komisi III bidang hukum, keamanan dan HAM yang bermitra dengan Kapolri, Jaksa Agung, Menteri Hukum dan HAM, Mahkamah Agung, KPK dan LPSK.
Selama di Komisi III, Kang Deding Ishak selain menjadi sekretaris Poksi, juga dipercaya sebagai Deputi Polhukam Fraksi Partai Golkar DPR RI. Kang Deding Ishak juga aktif mendorong kinerja mitra kerja Komisi III seperti kepolisian, kejaksaan dan peradilan, khususnya Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) dalam pemberantasan korupsi.
Dari awal menjadi anggota parlemen, Kang Deding Ishak memandang pendidikan sebagai kunci kemajuan bangsa. Dengan kapabilitas intelektualnya sebagai akademisi dan pemangku lembaga pendidikan, ayah empat anak ini bertekad untuk menjadikan pembangunan bidang pendidikan sebagai panglima menuju Indonesia emas.
Keberpihakan terhadap dunia pendidikan termasuk perhatian yang besar terhadap kemajuan pendidikan keagamaan telah dibuktikan ketika menjadi pimpinan panitia anggaran di DPRD Jawa Barat dan dilanjutkan saat menjadi anggota Komisi VIII DPR RI yang mampu meningkatkan anggaran Kementrian Agama RI hingga9 triliun rupiah pada saat itu.
Sejak terpilih kembali sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019, Kang Deding Ishak dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi VIII. Dengan demikian, intensitas kinerja Kang Deding Ishak semakin meningkat, baik tugas-tugas di Senayan maupun penyerapan aspirasi dengan cara turun ke daerah pemilihan Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor untuk menyajikan program dhuafa dan wong cilik, antara lain Program Keluarga Harapan(PKH), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), program keserasian sosial, pembentukan kampung siaga bencana, pelatihan mitigasi bencana bagi santri, pemuda dan mahasiswa, bantuan sembako, santunan sosial, pembinaan majlis taklim, bantuan untuk pesantren, madrasah, masjid dan musholla, pemberian program Indonesia Pintar, Bidikmisi kepada para mahasiswa kurang mampu, santunan dukungan dan beasiswa bagi penyadang disabilitas hingga mengawal pembayaran tunggakan sertifikasi dan inpasing guru madrasah honorer se-Indonesia.
Selain itu, sebagai Ketua Panitia Kerja BPIH, Kang Deding juga berhasil ikut menurunkan biaya perjalanan ibadah haji tahun 2017, dan untuk pertama kalinya berhasil meningkatkan fasilitas di Arafah dan Mina. Saat ini, Kang Deding dipercaya sebagai panitia kerja untuk menyusun Undang-undang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Relasi dan hubungan dengan berbagai tokoh ulama dan masyarakat mewarnai perjalanan karir Kang Deding Ishak antara lain mantan Gubernur Jawa Barat H. R.Nuriana, H. Nurhaman (mantan Ketua DPD Golkar Jabar), KH. R. Abdul Halim (Ketua MUI KabupatenCianjur), KH. Adam Ibrahim (Ketua MUI Kota Bogor), hingga KH. Khoerul Anam MZD (Ketua PCNU Kabupaten Cianjur).
Tokoh nasional yang sering diminta pandangan dan nasihatnya antara lain Wapres RI Jusuf Kalla, mantan Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tandjung, KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI/Rais ‘Am PBNU), Dr. KH. Din Syamsudin (mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Ginanjar Kartasasmita, Prof. Dr. Didi Turmudi, dan Hj. Popong Otje Djundjunan yang semuanya menjadi guru, senior dan pembimbing Kang Deding Ishak.
Motto hidupnya adalah Khairunnas anfa’uhum linnas (Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lain). Sedangkan politik menurut Kang Deding adalah lahan pengabdian dalam rangka Fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan.
Dengan seabreg pengalaman dan aktivitas yang digelutinya KDI dikenal sebagai pribadi humble, santun, cerdas, dan argumentatif dalam menyampaikan ide, gagasan, pemikiran dan karya nyata di tengah-tengah masyarakat.
Berikut 44 Hasil Kerja/Kinerja DR. H. DEDING ISHAK, SH., MM
1. Tahun 2004: Anggaran Kemenag dari 3,5 Triliun kini dinaikkan menjadi 62 Triliun pada tahun 2018.
2.Tahun 2008: Ikut mengawal dan melahirkan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi No 44 Tahun 2008.
3. Tahun 2011: Sebagai Ketua Panja melahirkan UU No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang menjadi rujukan dan pedoman dalam pembuatan undang-undang.
4. Tahun 2013: Sebagai Ketua Panja melahirkan UU No 12 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
5. Tahun 2014: Ikut melahirkan UU No 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji yang menjadi cikal bakal lahirnya Badan Pengelola Keuangan Haji.
6. Tahun 2014: Ikut melahirkan UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
7. Tahun 2016: Merumuskan dan melahirkan UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
8. Tahun 2016: Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang undang.
9. Tahun 2016: Merumuskan RUU tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.
10. Tahun 2016: Merumuskan RUU tentang Penanggulangan Bencana.
11. Tahun 2016: Merumuskan RUU tentang Perubahan atas UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
12. Tahun 2016: Merumuskan RUU tentang Praktik Pekerja Sosial.
13. Tahun 2017: Merumuskan RUU tentang Ketahanan Keluarga.
14. Tahun 2017: Merumuskan RUU tentang Perlindungan Umat Beragama.
15. Tahun 2017: Merumuskan RUU tentang Perubahan atas UU No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
16. Tahun 2017: Merumuskan RUU tentang Keadilan dan Kesetaraan Gender.
17. Tahun 2014-sekarang: Menyalurkan bantuan Pembangunan dan Rehabilitasi Pondok Pesantren.
18. Tahun 2014-sekarang: Menyalurkan bantuan Pembangunan dan Rehabilitasi Madrasah MI, MTs, MA hingga STAI/IAIN/UIN se-Indonesia, khususnya Dapil Jabar III (Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor).
19. 2017-2018: Menyalurkan bantuan Biaya Operasional untuk para Ustadz/Pimpinan Pondok Pesantren.
20. 2017: Membantu mendorong terealisasinya pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Honor yang tertunggak senilai Rp 4,6 Triliun.
21. 2015-Sekarang: Menyalurkan bantuan program Keserasian Sosial bagi masyarakat yang mempunyai potensi konflik dilingkungannya.
22. 2015- sekarang: Menyalurkan Bantuan program Kampung Siaga Bencana.
23. Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan kelompok usaha bersama (kube) bagi masyarakat kurang mampu.
24. Tahun 2014- sekarang: Menyalurkan bantuan Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
25. Tahun 2014-sekarang: Mendukung dan menyerahkan anggaran penanganan kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di Dapil Jabar III (Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor).
26. Tahun 2014-sekarang: Mensosialisasikan Undang Undang No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak.
27. Tahun 2014-sekarang: Menyalurkan bantuan-bantuan penanganan korban bencana dan juga rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di seluruh Indonesia, khususnya di Dapil Jabar III (Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor).
28.Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan Rehabilitasi Mesjid dan Musholla.
29. Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan program kearifan lokal untuk melestarikan budaya lokal.
30. Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan Pembangunan Perpustakaan Bagi Madrasah MI/MTs/MA.
31.Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan Mushaf Al-Qur’an dan Koleksi Kitab Kuning bagi Pondok Pesantren.
32. Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan Life Skill/Wirausaha bagi Pondok Pesantren.
33. Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan Bantuan Mebeulair untuk Pondok Pesantren.
34. Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi warga tidak mampu.
35. Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB RI untun BOP Penanggulangan Bencana.
36.Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan mesin sedot Air bagi Kelompok Tani.
37. Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan traktor bagi Kelompok Tani.
38. Tahun 2015-sekarang: Menyalurkan bantuan Modal Usaha Bagi Gapoktan.
39. Tahun 2015-sekarang: Meyalurkan Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) wilayah Jabar untuk Siswa/i kurang mampu dan memberikan beasiswa S1 untuk lulusan smu/smk di Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor.
40. Tahun 2015-sekarang: Mendorong dan proaktif membantu pengembangan peran Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan juga aktivitas Forum Anak Indonesia (FAI).
41.Tahun 2015-sekarang: Mendorong peningkatan kapasitas kesejahteraan Pendamping PKH, TKSK dan Tagana.
42. Tahun 2015-sekarang: Mendorong kapasitas dan kesejahteraan guru agama honorer, ASN, penyluh agama dan PAH, sekaligus aktif sebagai pemerhati, pelaku dan pengayom aktivitas pesantren/santri seperti gerakan Santri Saksa Desa (Sarasa).
43. Tahun 2015-sekarang: Mendorong pengembangan program dan anggaran BAZNAS dan BWI.
44.Tahun 90-an sampai sekarang: Aktif mengembangkan pembangunan ekonomi syariah di pesantren-pesantren hingga membentuk beberapa Baitul Mal Wattanwil (BMT) di Jawa Barat.
Testimoni
1. KH. R. Abdul Halim (Ketua MUI Kabupaten Cianjur)
“Tiga periode di DPR RI membuktikan bahwa keberadaan Pak Haji Deding sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Cianjur dan bangsa Indonesia khususnya bagi umat Islam,” katanya.
2. KH. Asep Sulaeman (Pimpinan Pondok Pesantren Ar-Rosyidi Ciranjang)
“Beliau orangnya ramah dan baik dan banyak membantu terutama pada pesantren, oleh karena itu beliau layak untuk memegang amanah dari masyarakat Cianjur,” ujarnya.
3. Solihah (Warga Kecamatan Haurwangi penerima bantuan rutilahu)
“Ibu mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Haji Deding atas bantuan ini, semoga ibu bisa memanfaatkannya,” akunya.
4. Gardian Muhammad (Delegasi untuk UA MUNC dan Pendiri #GerakanMengajarDesa)
“Kang Deding wakil rakyat yang berwibawa, penuh dengan gagasan, merakyat dan dekat dengan anak muda,” katanya.
5 Ai Nuryanti (Sekdes Kalibaru Kecamatan Pasirkuda)
“Desa kami merasa terbantu setelah diberi program keserasian sosial yang alhamdulillah telah dipergunakan untuk pembangunan sarana umum,” akunya.
6 Asep Ryan Hidayat (Tokoh masyarakat Kecamatan Naringgul)
“Pak Deding anggota dewan satu-satunya dari pusat yang peduli sewaktu Kecamatan Naringgul dan Cidaun ditimpa bencana longsor dan banjir, dan banyak menurunkan program sosial,” katanya.
(Jay)











