PEMALANG – Lonjakan harga kebutuhan pokok yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga, semakin tertekan. Harga beras, minyak goreng, bumbu dapur hingga lauk-pauk yang terus merangkak naik menyebabkan pengeluaran harian keluarga membengkak.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Diyah (35), seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Ia mengaku kini harus lebih pintar mengatur keuangan rumah tangga karena uang belanja Rp100 ribu per hari sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya.
Diyah mengatakan, keluarganya terdiri dari empat orang, termasuk dua anak yang masih membutuhkan perhatian penuh dalam kebutuhan makan sehari-hari. Menurutnya, kebutuhan pangan terus meningkat seiring naiknya harga bahan pokok di pasaran.
“Sekarang uang Rp100 ribu cepat sekali habis. Baru beli beras, ayam, minyak goreng dan bumbu dapur sudah hampir habis semuanya,” ujar Diyah saat ditemui pada Sabtu (23/5).
Ia menjelaskan, dalam sehari keluarganya bisa menghabiskan dua liter beras dengan harga sekitar Rp30 ribu. Sementara untuk lauk, dirinya kerap membeli ayam utuh karena menjadi makanan favorit kedua anaknya. Harga satu ekor ayam saat ini berkisar Rp45 ribu.
Belum lagi kebutuhan lain seperti cabai, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan kebutuhan dapur lainnya yang harganya ikut naik. Akibatnya, total pengeluaran makan harian sering kali melebihi Rp100 ribu.
“Saya biasa masak dua kali sehari, pagi dan sore. Kadang uang Rp100 ribu itu malah kurang,” katanya.















