PEMALANG – Tingkah seekor anak kucing blasteran Anggora di Desa Gunung Tiga, Kecamatan Belik, Pemalang, sukses bikin pemiliknya panik sekaligus warga sekitar geleng-geleng kepala. Pasalnya, si meong yang hilang selama dua hari ternyata kedapatan “nongkrong” santai di atas atap bangunan bekas gudang padi.
Bak selebriti yang sulit ditemui, anak kucing berwarna hitam abu-abu itu membuat pemiliknya, Siti Rokhamah, kelimpungan mencari ke mana-mana. Mulai dari sawah, kebun, sampai sekitar rumah tetangga sudah disisir, tapi si kucing tetap tak muncul batang kumisnya.
“Sudah dicari ke mana-mana selama dua hari. Saya sampai muter sawah dan kebun. Eh ternyata dia malah nongkrong di atas bangunan,” ujar Siti sambil tertawa, Sabtu (23/5).
Awalnya, Siti mendengar suara mengeong saat melintas di dekat rice mill atau gudang padi di desanya. Karena suaranya terdengar dari dalam bangunan, ia sempat mengira si kucing terkunci di dalam gudang.
Namun setelah pintu dibuka, hasilnya nihil. Misteri suara meong pun belum terpecahkan.
Tak lama kemudian, seorang petani yang melintas justru melihat sosok si kucing sedang duduk manis di atas atap bangunan. Entah sedang mencari inspirasi hidup atau menikmati pemandangan desa dari ketinggian.
“Pas mau diambil malah lari-lari di atas atap. Kayak lagi main petak umpet,” katanya.
Damkar Datang, Si Meong Akhirnya Turun dari “Singgasana”

Karena warga mulai kewalahan membujuk si kucing turun, akhirnya petugas Damkar Pos Belik dipanggil ke lokasi. Tak butuh waktu lama, tim rescue datang lengkap dengan peralatan evakuasi.
Koordinator Damkar Belik, Nurrahmat, mengatakan proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit.
“Begitu kita datang, kucingnya masih anteng di atas. Mungkin dia pikir itu tempat healing,” ujarnya bercanda.
Petugas kemudian naik dan perlahan mendekati si meong yang tampak mulai kelelahan setelah dua hari “bertapa” di atas atap.
Sekitar pukul 11.05 WIB, drama penyelamatan akhirnya selesai. Anak kucing itu berhasil diamankan dan langsung diserahkan kepada pemiliknya.














