“Dari hal itu dapat ditarik suatu pembelajaran, bahwa budaya bangsa Indonesia sesungguhnya adalah budaya yang penuh toleransi dan senantiasa mengajarkan untuk hidup rukun dan bergotong royong. Tentunya juga dari sejarah yang bisa diambil hikmahnya dan harus bisa dibangun dan diterapkan di lingkungan Karbol sejak dini, untuk menjadi bekal dalam berintegrasi dan bermasyarakat setelah jadi Perwira nantinya,” jelas Gubernur AAU pada awak media, Minggu ( 27/2/2022).
Ia juga mengharapkan dari hikmah sejarah yang tertinggal bisa menguatkan jati diri para Taruna Karbol dalam beragam berbangsa dan bernegara.
“Kami mengharapkan tidak ada istilah dan pikiran yang radikal dalam hidup Karbol, tidak gampang diombang ambing oleh kepentingan sempit suatu golongan. Dengan mengunjungi tempat bersejarah seperti ini, dapat membentuk karakter Karbol yang kuat dan berintegritas, bisa mengantarkan Karbol berpikir komprehensif, holistik dan integral,” pungkasnya.
(Wijaya)















