SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Keindahan Alam Air Terjun Curug Marta

272
×

Keindahan Alam Air Terjun Curug Marta

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Cianjur –Wilayah Kecamatan Naringgul terkenal dengan nama sebutan Seribu Mata Air Terjun. Salah satunya adalah air terjun Curug Marta yang berada di Kampung Tutugan desa Naringgul, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat.

Air terjun Curug Marta memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 50 meter berada diatas gunung Cadas Bodas yang masuk kawasan hutan Cagar Alam Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gunung simpang.

Diketahui air terjun Curug Marta dibuat pada tahun 1928 oleh kakek Marta dan kakek Icih. Konon katanya kala itu warga membutuhkan saluran air untuk kebutuhan mengairi ladang sawah di empat kampung yang masuk wilayah desa Naringgul.

Djuhman (67) salah seorang tokoh yang juga mantan kepala desa Naringgul yang pernah menjabat selama 3 periode menceritakan, Curug Marta bukan air terjun alami tapi air terjun buatan yang dibuat oleh warga masyarakat Kampung Tutugan pada tahun 1928 silam oleh Kake Marta dan kake Icih dengan alat seadanya.

“Awal tujuannya membuat saluran air bagi kebutuhan warga untuk mengairi sawah yang berada di empat kampung dan air Curug Marta berasal dari kali Cidaun,” katanya.

Djuhman memaparkan, waktu itu pernah tidak disetujui oleh pihak pemerintah kabupaten Cianjur karena Curug (Air terjun) itu berada di lokasi tebing gunung cadas bodas yang masuk wilayah tanah hutan Cagar Alam wilayah BKSDA Gunung simpang.

“Namun karena tidak mengganggu kawasan kehutanan akhirnya diperbolehkan yang penting untuk kepentingan umum. kalau semisalnya Curug Marta mau dijadikan ikon wisata oleh pemerintah tentunya kami sangat mendukung sekali yang penting tidak berdampak terhadap kebutuhan warga sebab air nya dibutuhkan oleh warga baik untuk mengairi ladang sawah dan kebutuhan sehari-hari warga empat kampung,” jelasnya.

Sementara itu, Amar Suherlan Kepala Desa Naringgul yang baru menjabat menuturkan, air terjun Curug Marta memang bukan mata air alami tapi air terjun buatan yang dibuat oleh kakek Marta yang sumber mata airnya dari kali Cidaun yang membentang sepanjang 5 kilometer.

“Airnya mengaliri hektaran sawah kurang lebih ada sekitar 30 hektar sawah warga di empat kampung seperti Tutugan, Cibereum, Datarkubabg dan Cogadog,” ujarnya.

Amar menambahkan, bukan tidak kepikiran pemerintah desa untuk membangun lokasi ari terjun Curug Marta dijadikan wisata, namun karena air terjun Curug Marta tidak menetap kadang airnya besar dan kadang kecil sehingga masih dipertimbangkan.

“Kalau musim kemarau airnya kecil tapi tidak sampai kering, tapi kalau musim penghujan selama 5 bulan pasti airnya besar. Selain akses jalan menuju air terjun Curug Marta susah dan hanya bisa dilewati jalan setapak jalan kaki dan lokasi nya berada dikawasan hutan lindung. Jadi harus ada ijin dulu dari pihak kehutan Balai Besar Konservasi Daya Alam (BKSDA) Gunung simpang,” pungkasnya.(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *