MetroMediaNews.co|Cianjur – Antisipasi merebaknya virus Corona masuk ke wilayah Kecamatan Cidaun, Forkopimcam TNI/Polri, Satpol PP dan Tim Medis Puskesmas bersama Relawan Tagana perketat pintu masuk wilayah perbatasan Garut-Cidaun.
Pantauan MetroMediaNews.co dilokasi, semua pengendara roda dua dan empat diperiksa suhu tubuhnya kemudian kendaraannya disemprot cairan disinfektan.
Camat Cidaun Herlan Iskandar mengatakan, untuk sementara warga yang masuk ke wilayah Cidaun dari jalur Kabupaten Garut sepi.
“Dari hasil pemeriksaan hari ini baru 6 mobil yang melintas ke wiayah Cidaun, pengemudi dan penumpang semuanya diperiksa suhu tubuhnya rata-rata suhu tubuhnya 36,5 derajat celcius. Jadi tidak ditemukan warga yang suhu tubuhnya tinggi. Untuk pemeriksaan hari ini hanya ditemukan OTG (orang tampa gejala),” ujar Herlan, Kamis (2/4/2020).
Ia melanjutkan, pihaknya juga menghimbau bagi warga Cidaun yang pulang dari perantauan di wilayah zona merah Virus Covid-19 yang lewat jalur lain untuk diam dirumahnya masing-masing dengan isolasi mandiri selama 14 hari dan taati aturan pemerintah.
“Jangan keluar rumah serta sayangi keluarga dan orang lain hubungi tim medis apa bila selama 14 hari mengalaminya gejala batuk, panas dan lain-lainnya,” tegasnya.
Hal sama disampaikan Kepala Puskesmas Cidaun H Eman Sulaeman S.Kep, bahwa pihaknya melibatkan 4 orang tim medis dari puskesmas Ciduan untuk menjaga diperbatasan Garut-Cidaun setiap harinya.
Untuk sementara dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan orang yang ODP. Jadi untuk wilayah kecamatan Cidaun masih zona hijau. Sesuai peraturan jika ada orang yang ODP harus diam dirumahnya masing-masing untuk melakukan isolasi mandiri.
“Karena di Puskesmas Ciduan belum ada alat untuk karantina khusus, maka kami libatkan aparat setempat RT/RW untuk mengawasinya dan apabila ditemukan warga yang mengalami gejala gejala sakit bisa menghubungi kontak person yang sudah kami sediakan, selanjutnya petugas dari medis puskesmas akan datang kelokasi,” jelasnya.
Editor: Red
Penulis: Jay















