PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
Megapolitan

Timbulkan Bau Tak Sedap, Keberadaan PT CKL Dikeluhkan Warga

714
×

Timbulkan Bau Tak Sedap, Keberadaan PT CKL Dikeluhkan Warga

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Warga resah dan mengeluh dengan keberadaan PT CKL, perusahaan pengolahan oli yang berlokasi di Jalan Karet 3, Kawasan Pergudangan Akong, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Diketahui, pabrik pengelohan oli tersebut disinyalir mengeluarkan bau tidak sedap dan diduga menjadi penyebab belasan santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah di Desa Kampung Bugel Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, keracunan hingga dirawat di rumah sakit setempat akibat sesak nafas menghirup udara yang tercemar.

Pantauan di lokasi, PT CKL menghasilkan bau menyengat dari hasil pembakaran oli yang disinyalir menjadi bahan bakar solar. Bagi yang tidak terbiasa memasuki kawasan pengolahan yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat itu akan merasa pusing dan mual saat menghirup udara yang dikeluarkan.

Disampaikan salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bau menyengat berasal dari industri pengolahan oli yang ada di dalam kawasan industri Akong yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari pesantren dan pemukiman masyarakat.

“Baunya itu berasal dari pabrik oli yang ada di pergudangan itu pa, bau oli dibakar begitu. Kalau orang sini udah biasa” ujar warga sambil menunjuk ke arah pabrik yang hanya berjarak beberapa ratus meter.

Hal sama dikatakan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hikmah Enday Hidayat, bahwa dirinya tidak menuduh pihak manapun terkait kejadian belasan santrinya yang keracunan.

“Akan tetapi, sesuai dengan kondisi yang terjadi hingga saat ini, masih tercium bau menyengat yang dirasakan penghuni pesantren dan warga sekitar,” tandasnya.

Editor: Dedy Rahman

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *