TEGAL – Sebanyak Rp1,5 miliar uang milik warga Batang, Jawa Tengah, rusak parah akibat terendam banjir rob. Bank Indonesia Perwakilan Tegal akhirnya memberikan layanan penukaran uang rusak tersebut, Kamis [02/7/2026].
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Uang senilai Rp1,5 miliar itu milik Ida Murlija, seorang dokter Puskesmas asal Proyonanggan, Batang. Seluruhnya berupa pecahan Rp100 ribu dan sebagian Rp50 ribu yang disimpan di dalam koper di rumahnya.
“Uang 1,5 miliar merupakan hasil penjualan tanah pada tahun 2025, terus kami simpan di dalam koper,” ujar Ida.
Kerusakan terjadi setelah rumah Ida terendam banjir rob pada Februari 2026. Ida mengaku lupa mengamankan koper berisi uang saat banjir menerjang.
Ia baru menyadari kondisinya saat hendak membayar biaya kuliah anak pada awal Juni 2026. Saat ditanya kenapa tak menyimpan uangnya di Bank, Ida mengatakan tak mau repot datang ke Bank karena sewaktu-waktu butuh uang dalam jumlah banyak.
“Kami kan sewaktu-waktu membutuhkan uang dalam jumlah banyak, seperti kemarin untuk membayar kuliah kedokteran anak Telkom butuh ratusan juta. Biar cepat tidak perlu ke Bank,” tuturnya.
Petugas Bank Indonesia Tegal tampak sibuk memilah-milah lembaran uang yang sebagian besar sudah lengket satu sama lain dan tidak utuh lagi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menjelaskan, pelayanan penukaran uang rusak di Bank Indonesia Tegal dibuka setiap hari Selasa dan Kamis. Menurutnya, sesuai ketentuan BI, uang rusak masih bisa diganti selama fisiknya masih tersisa dua per tiga lebih dari bentuk aslinya.
“Harus lebih dari dua per tiga fisik itu masih ada. Meskipun katakanlah terpotong kami mempunyai alat untuk mengukur itu,” terang Bimala.















