Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
Daerah

Waspada! Penipuan Catut Nama Haji Uma dan Bantuan Modal Usaha Baitul Mal Aceh, ini Yang Perlu Dilakukan

×

Waspada! Penipuan Catut Nama Haji Uma dan Bantuan Modal Usaha Baitul Mal Aceh, ini Yang Perlu Dilakukan

Sebarkan artikel ini
41 Pengunjung

MMN.co, Banda Aceh – Penipuan yang mencatut nama H. Sudirman alias Haji Uma anggota DPD RI kembali terjadi dengan modus baru, kali ini penipu Muhammad Iqbal, mengaku sebagai staf Haji Uma melancarkan aksinya dengan menawarkan pengurusan bantuan modal usaha Ultra Mikro di Baitul Mal Aceh (BMA), Rabu (12/6/2024).

Haji Uma mendapatkan kabar penipuan yang mencatut namanya melalui komunikasi Ketua Baitul Mal Aceh, Muhammad Haikal yang meminta penjelasan terkait pelaku atas nama Muhammad Iqbal mengaku sebagai staf Haji Uma.

Haji Uma langsung membantah dan menjelaskan itu penipuan yang mencatut namanya.

Aksi pelaku dalam meyakinkan korban dengan membuat fliyer berlogo Baitul Mal Aceh terkait program bantuan ultra mikro senilai 15 juta rupiah yang dapat diurus melalui dirinya.

Fliyer tersebut dikirim pelaku melalui whatsapp kepada orang tertentu yang sudah menjadi target, jika korban tertarik dengan bantuan hingga 15 juta rupiah, pelaku meminta korban mengirimkan biaya administrasi sebesar Rp300-552 ribu per orang ke rekening pelaku.

READ  Ancam Warga Dengan Pisau, Seorang Remaja di Julok Diamankan ke Polres Aceh Timur

“Intinya dalam bentuk komunikasi apapun yang mengatasnamakan saya dan staf saya dengan  meminta sejumlah uang itu adalah penipuan, kita tidak pernah menerima jasa pengurusan proposal apalagi meminta sejumlah uang,” tegas Haji Uma.

Haji Uma menambahkan untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang gencar dilakukan pelaku melalui media sosial yang mengatasnamakan dirinya.

Haji Uma menghimbau kepada masyarakat Aceh untuk melakukan konfirmasi kepada Zuel Helmi, stafnya di Aceh melalui nomor Hp/ WA 081366222011 terhadap adanya berbagai indikasi penipuan yang mencatut namanya.

“Jangan mudah tertipu, kita bisa memanfaatkan tekhnologi yang semakin canggih untuk mencegah penipuan, misalnya memastikan orangnya dengan melakukan Video Call, mengunjungi website instansi tertentu dan mencari informasi di internet terkait modus penipuan yang ditawarkan pelaku,” tutup Haji Uma.(Fahrid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *