METROMEDIANEWS, CIANJUR – Keindahan dan eksotisme wisata pantai Jayanti yang terletak di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, namanya sudah dikenal baik lokal maupun mancanegara.
Pada saat liburan datang banyak pengunjung dan wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk menikmati keindahan alam di pantai Jayanti. Namun sangat disayangkan, pantai Jayanti yang namanya sudah kesohor hingga mancanegara, area atau kawasan wisata tersebut masih perlu penataan dan pengelolaan yang lebih rapih.
Pantauan MMN, ratusan kuliner (rumah makan-red) dikelola secara masing-masing oleh warga sekitar, artinya belum dikelola oleh pemerintah setempat.
Seperti disampaikan Hera Jaya atau biasa dipanggil Lili salah satu pemilik kuliner Nirwana menjelaskan, keberadaan usaha kuliner hingga saat ini terus bertambah dan meningkat namun karena tidak adanya penataan jadi terlihat tampak semrawut.
“Kalau pengunjung selalu ramai dan banyak dari luar daerah seperti Soreang Bandung, Jakarta bahkan wisatawan dari mancanegara. Di Cianjur Selatan memang ada beberapa pantai, tapi kalau wisata pelabuhan hanya satu ya ini pelabuhan Jayanti,” ujarnya kepada MMN, Selasa (5/2/2019).
Ia menambahkan, fasilitas disana bukan hanya kuliner tapi ada juga paling dominan di Pelabuhan Jayanti yaitu Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
“Beberapa tempat hiburan lainnya seperti karaoke keluarga, toko butik khusus busana pantai, taman bermain di beberapa titik lokasi, vila, juga ada mes UPTD Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jayanti, Kecamatan Cidaun,” terangnya.
Lanjut Lili, kalau ramai pengunjung omset kuliner bisa mencapai Rp150 juta selama 10 hari. Harga satu kuliner atau cafe berbeda-beda dimulai sekitar Rp140 ribu sampai dengan Rp400 ribu.















