SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Puluhan Siswa di Cianjur Diduga Keracunan Jajanan Sekolah

52
×

Puluhan Siswa di Cianjur Diduga Keracunan Jajanan Sekolah

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Sebanyak 24 siswa TK Tunas Karya PTPN VIII dan SDN 3 Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, mengalami keracunan diduga akibat mengkonsumsi jajanan sekolah, Selasa (28/10/2019).

Camat Sukanagara, Dede Saputra mengatakan, kejadian keracunan tersebut pertama kali diketahui ketika sejumlah siswa SDN Sukanagara 3 mengeluhkan pusing, mual dan muntah-muntah. Namun berselang belasan menit, siswa yang mengeluhkan hal serupa bertambah banyak.

“Tidak hanya dari siswa SD, tapi beberapa orang siswa TK Tunas Karya yan berdekatan dengan SD Sukanagara 3 juga mengeluhkan hal serupa,” katanya saat dihubungi melalui telepon selular.

Dia mengatakan, siswa yang mengalami gejala pusing mual, dan muntah telah dibawa ke Puskesmas Sukanagara untuk diberi penanganan medis, sedangkan penjual makaroni dibawa ke Mapolsek Sukanagara untuk dimintai keterangan.

“Para siswa diduga keracuanan setelah mengkonsumsi makaroni yang dijual di depan sekolah. Kemungkinan dari makaroninya atau bumbunya sudah basi, sebab siswa juga ada yang menyebutkan rasanya sedikit masam. Tetapi untuk jelasnya oleh pihak kepolisian sedang diperiksa,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukanagara, Tuti Amalia mengatakan, para siswa tersebut dibawa ke Puskesmas pada pukul 10.00 WIB. Total siswa yang mengalami keracunan dan mendapat penanganan medis ialah 24 siswa, terdiri dari 18 siswa SD dan 6 siswa TK.

“Kami sudah beri penanganan medis, beberapa korban berangsur pulih. Tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit, masih bisa ditangani di Puskesmas. Kemungkinan beberapa jam setelah ditangani kondisinya akan kembali membaik dan bisa pulang,” ucapnya.

Dia mengatakan, untuk sampel makanan sudah dibawa oleh Puskesmas dan nantinya makan dilakukan uji labolatorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

“Untuk memastikan apakah dari makaroni atau dari bumbunya. Atas peristiwa itu ke depannya kami dari Puskesmas juga akan melakukan sosialisasi agar siswa tidak jajan sembarangan,” tandasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *