HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

Mantan Peserta PKH, Kini Ani Sukses Kelola Usaha Pisang Sale dan Kripik

479
×

Mantan Peserta PKH, Kini Ani Sukses Kelola Usaha Pisang Sale dan Kripik

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Dari jumlah 25 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bagi Penerima Keluarga Harapan (PKH) untuk wilayah Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat, yang mengundurkan diri secara Geraduasi mandiri Finalclosing tahap 3 dan 4 tahun 2020, salah satunya yakni Ani (40) warga Kampung Citeureup RT 3/6, Desa Wanasari dibawah bimbingan Pendamping Sosial PKH Supriatna.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Dengan komponen anak SMA dan masuk menjadi peserta PKH sejak tahun 2018, kini Ani dan keluarga sudah sudah mampu dan mandiri, sehingga rela mengundurkan diri sebagai penerima PKH.

Saat ini Ani tengah mengelola usaha produksi pisang sale dan keripik pisang yang omset perbulannya mencapai jutaan rupiah dan mampu merekrut sebanyak 7 pekerja yang rata-rata warga setempat dan tidak bekerja (pengangguran-red).

Ani (40) menuturkan, alasan nya mengundurkan diri dari peserta PKH karena dirinya sudah memiliki usaha makanan ringan seperti pisang sale dan kripik.

“Alhamdulillah dengan usaha saya saat ini bisa mencukupi kebutuhan sehari hari dan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk para tetangga,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk penghasilan produksi pisang sale dan keripik dalam sebulan rata rata penghasilannya mencapai Rp2 juta bersih dipotong operasional dan modal

“Tentunya saya ucapkan terimakasih banyak kepada pemerintah, karena selama ini sejak tahun 2018 sudah membantu keluarga kami dengan memberikan bantuan program PKH,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama menjadi peserta PKH dirinya banyak mendapat bimbingan juga ilmu dari pendamping PKH selama mengikuti Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2P2K).

“Hasilnya sekarang dapat kami rasakan sehingga kami bersama keluarga bisa menjadi mandiri,” ucapnya.

Sementara Itu, Supriatna selaku pendamping sosial PKH Kecamatan Naringgul wilayah Desa Wanasari sangat mengapresiasi Ibu Ani karena sudah mampu dan berhasil mengelola usaha dengan omset yang besar, serta sudah mampu mempekerjakan orang disekitarnya.

“Capaian keberhasilan dari modul ekonomi ini diharapkan KPM mampu Graduasi Mandiri atau mengundurkan diri dari kepesertaan PKH karena mampu secara ekonomi. Seperti Ibu Ani mengundurkan diri karena mempunyai usaha pisang sale dan keripik yang pemasarannya mencakup wilayah sekitaran kecamatan Naringgul dan Cidaun, hingga Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Supriatna menjelaskan, sebagaimana bimbingan dan arahan dari Koordinator PKH Kabupaten Cianjur wilayah 4 dan Supervisor, bahwa dengan adanya sekolah PKH mengadakan Petemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2) selama satu bulan sekali tentunya sangat bermanfaat dan membantu bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Penerima Keluarga Harapan (PKH).

Adapun materi dalam pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2) terdapat 5 modul diantaranya, modul tentang Ekonomi yang mana dalam modul ini diharapkan KPM mampu mengelola keuangan keluarga, cermat meminjam dan menabung dan memulai usaha dengan modal yang kecil tetapi dapat berkelanjutan.

“Contoh besarnya seperti yang sekarang dirasakan oleh ibu Ani dan ibu Ratna Juwita 2 KPM Desa Wanasari yang selama ini menjadi peserta PKH, keduanya terus mengikuti sekolah PKH sehingga sekarang mereka sudah sukses dan memiliki usaha sendiri,” jelasnya.

Supriatna menambahkan, “Mereka rela mengundurkan diri secara geraduasi mandiri dan tidak ada paksaan maupun tekanan dari pihak manapun. Semoga ini akan menjadi motivasi bagi para peserta PKH lain nya yang sudah mampu,” pungkasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: Jay

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *