HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

Sudah Mampu, 5 Penerima PKH di Desa Naringgul Mengundurkan Diri

1310
×

Sudah Mampu, 5 Penerima PKH di Desa Naringgul Mengundurkan Diri

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Cianjur – Sebanyak 5 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Penerima Program Harapan (PKH) di Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan,Jawa Barat, secara resmi mengundurkan diri dari program keluarga harapan dikarenakan merasa sudah mampu untuk menghidupi keluarganya sendiri.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Adapun 5 peserta Keluarga Penerima Harapan diantaranya Inah (48) warga Kampung Cisirem RT 2/9, Deti (47),Wariah (41) warga Kampung Tutugan RT 1/11, Yeni Yuliani (28) warga Kampung Cicukang RT 1/10, dan Dede Waryati (41) warga Kampung Cihanjawar RT 1/5. Dari jumlah 5 keluarga yang mengundurkan diri semuanya pendampingan dari Irwan Rahadiansyah.

Hal adanya 5 keluarga penerima manfaat yang mengundurkan diri dibenarkan oleh Irwan Rahadiansyah selaku pendamping PKH Kecamatan.

“Benar dari jumlah 140 penerima keluarga harapan (PKH) di Desa Naringgul, ada 5 keluarga yang menyatakan mundur secara graduasi mandiri atau secara rela sebagai penerima program PKH lantaran mereka sudah mampu untuk menghidupi keluarganya sendiri,” katanya, Senin (10/2/2020).

Adapun KPM yang graduasi nandiri terdiri dari 2 KPM Kohort 2014 Dede Waryati dan Wariah, 1 KPM Inah Kohort 2016, kemudian 2 KPM Deti dan Yeni Kohort 2017.

“Mereka diantaranya membuka warung sembako, masakan dan memaksimalkan usaha hasil bumi,” ujarnya.

Lanjut Irwan, mereka keluar atas dasar kesadaran sendiri tanpa adanya paksaan dari pihak manapun, semua KPM menyatakan mundur dan memberikan kesempatan kepada keluarga lain yang memang layak menerima bantuan.

“Ke 5 keluarga secara tertulis menyatakan pengunduran dirinya dengan membuat pernyataannya diatas kertas dengan dibubuhi tanda tangan diatas materai Rp6 ribu dan disaksikan oleh Kepala Desa,Camat, Danposmil dan Kapolsek,” ujarnya.

Sementara itu, Deti (47) salah seorang warga penerima PKH yang mengundurkan diri mengatakan, bahwa dirinya sudah mampu dan sudah tidak layak menerima bantuan dari pemerintah.

“Pengunduran diri ini atas dasar kesadaran kami sendiri dan tidak ada unsur paksaan dari pihak lain karena kami merasa sudah mampu dan sudah tidak layak untuk mendapatkan bantuan PKH,” ungkapnya.

Intinya yang paling utama untuk memberikan kesempatan kepada warga lainnya yang lebih layak untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

“Terima kasih banyak atas bimbingan pendamping PKH Pak Irwan selama kami menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) sehingga kami bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dari pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2). Tidak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian Sosial dan Presiden Joko Widodo sudah memberikan bantuan PKH selama ini kepada keluarga kami,” tandasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: Jay

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *