MMN.co|Cianjur – Kondisi jalan penghubung tiga desa di wilayah Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat yang masuk jalan Kabupaten kondisinya kian hari kian hancur dan rusak parah. Hal ini membuat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat angkat bicara dan mengkritisi kinerja pemerintah daerah baik Pemkab Cianjur maupun Pemprov Jabar.
Diketahui, saat Ketua PWI Jabar berkunjung ke salah satu pondok pesantren yang ada di wilayah kecamatan Naringgul melalui jalur jalan lintas Gunung Sumul Cianjur Selatan yang menghubungkan tiga desa yakni Desa Sukamulya, Cinerang dan Margasari terlihat kondisi jalan hancur, sehingga mobil Ketua PWI Jabar beserta rombongan dalam perjalanan mengalami selip oleh lumpur dan bebatuan.
Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat mengatakan, sudah ketiga kalinya berkunjung ke wilayah kecamatan Naringgul melalui jalur Gunung Sumul via Desa Suakamulya, Cinerang dan Margasari. Kami melihat tidak ada perkembangan kemajuan yang signifikan terutama dibidang infrastuktur jalan.

“Tadi kami banyak mendengar keluh kesah langsung baik dari pemerintah desa, tokoh agama/masyarakat juga warga masyarakat lainnya tentang infrastuktur jalan yang katanya masuk jalan kabupaten dari dulu hingga sekarang kondisinya hancur kaya kubangan sawah. Bahkan yang paling mirisnya lagi mendengar ada salah seorang warga yang mau melahirkan mau dibawa kerumah sakit karena kondisi jalan hancur belum sempat sampai ke rumah sakit sudah melahirkan diatas mobil,” jelas Hilman.
Hilman menuturkan, artinya selama 70 tahun kemana negara ini hanya untuk mengurus infrastruktur jalan saja masih begini begini terus. Ia juga lihat sudah ada jalan-jalan poros yang sudah dibeton tapi ini jalan besarnya yang katanya masuk jalan kabupaten tapi kondisinya masih seperti ini.
“Saya pikir bagimana mau warga masyarakatnya lebih maju baik dari sisi ekonomi, pendidikan dan kesehatan kalau kondisi infrastruktur jalannya masih kaya gini sehingga mereka mau keluar dari wilayahnya sendiri sangat susah karena akses jalan kondisinya rusak seperti ini,” terangnya.
Hilman menuturkan, dirinya merasa sedih saat mendengar langsung keluh kesah warga masyarakat di tiga desa ini. Bagimana seorang ibu yang melahirkan dijalan, bagimana seorang pedagang yang berangkat berjualan dari pagi baru bisa jalan pagi disatu titik dijalan ini. Artinya pedagang tersebut tidak berjualan sehingga barang dagangannya busuk, ekonominya tidak berjalan dan konsumen yang membutuhkan suplai makanan juga tidak terpenuhi.
“Mari coba pikir lah dengan pemikiran yang kongkrit, kasihan warga masyarakat di tiga desa ini. Warga masyarakat tidak butuh yang aneh-aneh, warga masyarakat butuh infrastruktur jalan yang bagus dan layak. Tentunya dengan melihat kondisi jalan di wilayah Naringgul masih belum layak kami berharap kepada pemerintah daerah baik Pemkab Cianjur dan Pemrov Jabar coba lah sisihkan anggaran untuk daerah terpencil seperti di tiga desa ini jangan sampai puluhan tahun terabaikan,” ucapnya.
“Kami juga bukan hanya mengritisi di Cianjur saja, Jawa Barat itu luas coba perhatikan infrastruktur jalan didaerah terpencil yang ada di Jabar selatan,” pungkasnya.(Jay)















