MMN.co, Cianjur – Diberlakukan nya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah berdampak terhadap sejumlah pelaku usaha potong rambut yang berada diwilayah kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Pasalnya semenjak diberlakukan PPKM Darurat sepi pelanggan dan pendapatan turun drastis.
Seperti halnya yang dirasakan oleh dua orang pemilik pangkas rambut barbershop Engkus di Pasar desa Malati dan Dani Umbara pemilik pangkas rambut Barberpas.
Dikatakan Engkaus (30), semenjak dimulainya Pemberlakuan PPKM Darurat di Kabupaten Cianjur khususnya di Kecamatan Naringgul konsumen merosot drastis.
“Pelanggan bilang pada takut kalau mau dipotong rambutnya takut ada operasi petugas gabungan,” katanya, Kamis (15/7/2021).
Masih kata Engkus, biasanya pelanggannya itu pehari dapat 20 konsumen, kalau sekarang dimasa PPKM Darurat yang datang paling 5 orang paling banyak, itupun tidak setiap hari datang.
“Jujur saja bagi kami selaku pengusaha kategori berpenghasilan rendah saat sekarang ini cukup sulit dan merepotkan kalau aturan PPKM Darurat berlama lama,” ucapnya.
Engkus berharap, kami selaku masyarakat dibawah berharap semoga Pandemi ini segera berlalu supaya kehidupan normal kembali.
“Sementara bantuan dari pemerintah untuk pelaku usaha yang berpenghasilan rendah seperti kami ini tidak ada bantuan,” harap Kusnadi dengan nada sedih.
Hal yang serupa diucapkan Dani Umbara (30) pemilik pangkas rambut Barberpas, jelas sangat berdampak sekali terhadap usahanya dimasa Pemberlakuan PPKM Darurat drastis omset menurun.
“Biasanya yang datang 10 konsumen tapi semenjak PPKM darurat diberlakukan paling banyak 5 orang yang mau dipotong rambutnya itupun jarang tiap hari yang datang,” ucapnya.
Masih kata Dani, tentunya kami selaku masyarakat yang butuh usaha untuk biaya kebutuhan berharap Pandemi segera usai.
“Mudah mudahan Pandemi ini cepat usai supaya kehidupan di negara ini normal seperti biasa lagi,” tandasnya.
(Jay)















